Beritawonogiri.com [GROBOGAN] – Bertepatan dengan peringatan haul ke-10 KH Abdullah, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Garda Wali Songo Jawa Tengah resmi dilantik di Desa Pranten, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Minggu malam (20/7/2025).
Acara ini dihadiri lebih dari 2.000 warga Nahdliyyin dan Muslimat NU, serta sejumlah tokoh ulama dan kiai Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah, termasuk KH Raden Abdul Rozak (Jakarta), KH Mustafiq (Pekalongan), KH Amin Rosid (Kebumen), KH Agus Taufik (Semarang), dan KH Abdul Hamid (Wonosobo).Garda Wali Songo, gerakan yang mengusung nilai-nilai perjuangan Wali Songo dalam menyebarkan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah, bertujuan memperkuat kesadaran keagamaan dan kebangsaan.
Ketua DPW Garda Wali Songo Jateng, Gus Sahal Abdullah, dalam sambutannya menegaskan bahwa organisasi ini adalah wujud kesadaran santri dan umat Islam untuk bermusyawarah demi kebaikan Indonesia. “Kehadiran Garda Wali Songo mengajak kita kembali ke jalan Wali Songo, menjaga nilai-nilai luhur secara independen,” ujarnya.
Sekretaris Jenderal DPP Garda Wali Songo, KH Eko Ahmadi, SE, menambahkan bahwa meluruskan sejarah Wali Songo merupakan bagian dari pertahanan nasional. “Sejarah yang benar harus menjadi pegangan, karena itu adalah identitas bangsa,” tegasnya, mengacu pada pernyataannya dalam pelantikan DPC Banyuwangi pada April 2025.
Acara puncak ditutup dengan tauziah dari KH Raden Abdul Rozak, Ketua DPP Garda Wali Songo, yang menekankan pentingnya meneladani akhlak Wali Songo dalam menjaga persatuan dan keberkahan Nusantara.Haul KH Abdullah, kiai karismatik yang wafat pada 2015, menjadi momentum untuk mengenang perjuangannya sebagai panutan dalam menyebarkan Islam yang rahmatan lil alamin.
Pelantikan ini juga sejalan dengan semangat NU dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan, sebagaimana Konferwil NU Jateng 2018 di Gubug yang menegaskan peran ulama dalam membangun peradaban Islam.







Komentar