Sekitar 600 Mahasiswa Ikuti Studium Generale STIM Surakarta, Perkuat Arah Akademik di Era Transformasi Pendidikan

Penekanan Hakikat Pendidikan, Soft Skill, dan Hard Skill Mahasiswa

BeritaWonogiri.com [SUKOHARJO] – Sekolah Tinggi Islam Al Mukmin (STIM) Surakarta terus memperkuat komitmennya dalam mengembangkan pendidikan tinggi Islam yang adaptif terhadap perubahan zaman. Komitmen tersebut ditegaskan melalui kegiatan Studium Generale bertema “Penguatan Arah Pengembangan Akademik PTKI di Era Transformasi Pendidikan” pada Sabtu, 12 September 2026.

Acara yang berfokus pada upaya pengembangan akademik PTKI ini berlangsung di Aula Darul Anshar Lantai IV (ADAN), Pondok Pesantren Islam Al Mukmin. Kegiatan ini menghadirkan Kasubdit Pengembangan Akademik Direktorat PTKI, Dr. Asro’i, M.Pd., sebagai narasumber utama. Sekitar 600 mahasiswa STIM Surakarta mengikuti jalannya acara secara langsung maupun secara daring melalui Google Meet.

Kegiatan dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars STIM Surakarta. Hadir dalam acara tersebut Ketua STIM Surakarta Dr. Zahrodin Fanani, M.P.I., sebagai keynote speaker, beserta Ketua Pembina, Tim Pembina Yayasan Pendidikan Islam Al Mukmin (YPIA), Pengawas Pendidikan YPIA, serta segenap dosen STIM Surakarta.

Dalam penyampaiannya, Dr. Zahrodin Fanani menjelaskan bahwa STIM Surakarta saat ini memiliki tiga program studi dan sedang menantikan terbitnya SK untuk Program Magister (S2) Studi Islam. Selain itu, pihak kampus terus mengajukan program studi baru sebagai langkah pengembangan kelembagaan secara berkelanjutan.

Dr. Asro’i mendoakan agar STIM Surakarta terus melaju dalam penguatan kelembagaan, dari institut hingga kelak berkembang menjadi universitas.

Dr. Asro’i menekankan bahwa pendidikan tidak boleh direduksi hanya menjadi persoalan ijazah atau legalitas akademik. Pendidikan harus melahirkan skill, keterampilan, keahlian, dan kompetensi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ia mendoronga mahasiswa menjadi pembelajar aktif dengan memanfaatkan pola 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, How) untuk membangun tradisi berpikir akademik. Di tengah era disrupsi dan perubahan teknologi digital, mahasiswa dituntut menguasai hard skill berupa literasi digital serta soft skill yang mencakup berpikir kritis, komunikasi, adaptasi, dan kolaborasi.

Ketua Panitia Studium Generale, Lady Eka Rahmawati, M.Th.I., menyampaikan bahwa kegiatan wajib ini merupakan salah satu syarat bagi mahasiswa untuk mengikuti ujian skripsi.

Lady Eka mengingatkan seluruh mahasiswa bahwa awal perkuliahan semester ganjil Tahun Akademik 2026/2027 akan dimulai pada Senin, 14 September 2026. Rangkaian kegiatan Studium Generale tersebut kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama. (Nadhiroh)

Komentar