BeritaWonogiri.com (WONOGIRI) – Satu ekor sapi berukuran cukup besar dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto ‘nyasar’ di Wonogiri, Jawa Tengah.
Sapi berusia 4Tahun itu, kabarnya disumbangkan presiden ke Masjid di lingkungan Pondok Pesantren Citra Suhada, Kecamatan Jatisrono, dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah.
Sejumlah warga sekitar lokasi pondok menyebut, sapi itu merupakan jenis Simental berjenis kelamin jantan.
Sementara menurut Pimpinan Pondok Pesantren Citra Suhada, Dwi Kurniawan, sapi bantuan prabowo itu didatangkan langsung dari Magelang, Jawa Tengah, dengan bobot mencapai 815 kilogram.
“Bantuan hewan kurban dari Presiden ini disampaikan langsung kepada panitia kurban pada Kamis, 5 Juni 2025 pukul 13.00 WIB,” ungkap Dwi Kurniawan.
Dwi yang juga Ketua Panitia Kurban itu pun mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas perhatian dan kepedulian Presiden Prabowo terhadap masyarakat dan lingkungan pondok pesantren.
“Alhamdulillah. . . Insyaallah sapi sumbangan dari Bapak Presiden akan disembelih besok, Jumat 6 Juni 2025,” ujar Dwi Kurniawan.
Sapi Prabowo itu dinilai sangat membantu masyarakat, khususnya di lingkungan pondok pesantren yang berada di wilayah pedesaan dengan keterbatasan sumber daya.
Penyembelihan hewan kurban direncanakan akan dilakukan secara terbuka di area lingkungan masjid, melibatkan panitia kurban, seluruh santri, serta masyarakat sekitar.
Selain sapi dari Presiden, para santri juga ikut berpartisipasi dengan menyumbangkan tiga ekor kambing hasil dari tabungan uang saku mereka sendiri.
“Alhamdulillah, anak-anak santri menyisihkan uang sakunya untuk berkurban, dan berhasil menyembelih tiga ekor kambing,” ujar Dwi Kurniawan.
Daging hewan kurban nantinya akan dibagikan kepada warga pondok pesantren dan masyarakat di sekitar lingkungan Ponpes Citra Suhada, sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan dalam merayakan Idul Adha.
Program bantuan hewan kurban ini merupakan bagian dari inisiatif pemerintah pusat untuk mendukung kebutuhan masyarakat menjelang perayaan hari besar keagamaan, serta mendorong peran serta peternak lokal dalam penyediaan hewan kurban yang berkualitas. (Irfandy*)






