Di Solo Ada ‘Malin Kundang Ngombe Ciu’, Kecil Disayang Sudah Besar Aniaya Ibu

Tim Sparta Polresta Surakarta Amankan Pelaku Penganiayaan Ibu

BeritaWonogiri.com (SOLO) – Ini bukan cerita Malin Kundang dalam legenda, tapi kisah nyata yang sama-sama menceritakan anak durhaka. Seorang anak dikabarkan menganiaya ibu kandungnya sendiri lantaran mabuk ciu.

Tragedi penganiayaan anak terhadap ibu ini terjadi di wilayah Kampung Baru, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Rabu sore, 4 Juni 2025. Kasus ini sudah ditangani polisi.

Tim Sparta Satuan Samapta Polresta Surakarta bergerak cepat menindaklanjuti laporan dugaan penganiayaan yang dilakukan SAK, 51Tahun terhadap Nenek SK, 77Tahun, ibu kandungnya.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, SIK.MH melalui Kasat Samapta Kompol Edi Sukamto, SH.MH mengatakan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui saat Tim Sparta tengah melaksanakan patroli rutin dan menerima informasi dari Call Center.

“Tim Sparta langsung menuju ke lokasi dan mendapati warga telah berkerumun di depan rumah tempat kejadian perkara,” ucap Kompol Edi.

Setibanya di lokasi, Tim Sparta mendapati SAK (pelaku), telah diamankan sejumlah warga.  Sementara korban, SK telah dievakuasi Ketua RT setempat ke lokasi yang lebih aman.

“Saat diinterogasi, pelaku tidak mampu memberikan keterangan jelas kepada petugas karena diduga dalam pengaruh minuman keras. Barang bukti yang diamankan di lokasi berupa minuman keras oplosan jenis ciu dalam kemasan botol air mineral,” ungkap Kasat Samapta.

Sedang dari keterangan korban, diketahui bahwa pelaku pulang dalam keadaan mabuk dan meminta uang untuk membeli rokok. Karena tidak dikasih, pelaku kemudian memukul korban hingga mengalami luka lebam di bagian mata sebelah kanan.

Menantu korban, selaku pelapor mengungkapkan, insiden serupa sudah berulang kali terjadi. Pihak keluarga selama ini mencoba menangani internal, namun karena keseringan dan semakin membahayakan, akhirnya meminta bantuan Tim Sparta.

“Menurut pelapor, pelaku merupakan pasien rawat jalan di Rumah Sakit Jiwa Surakarta,” ujar Kompol Edi.

Atas permintaan pihak keluarga, pelaku selanjutnya dibawa Tim Sparta ke Rumah Sakit Jiwa Kota Surakarta guna mendapatkan penanganan lebih lanjut. (Irfandy*)

Komentar