One day Seminar Growth Mindset SMKN 1 Giritontro

BeritaWonogiri.com [GIRITONTRO] – Beberapa kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan memadati aula SMK Negeri 1 Giritontro dalam One Day Seminar Growth Mindset yang digelar serentak menyambut transformasi pendidikan vokasi. Tampil sebagai pembicara kunci, Bapak Bibit Hariyanto, S.H., M.M. selaku General Manager PT IMCP, yang dengan lugas mengupas tiga kalimat pendek namun berbobot: banyak kegagalan karena persepsi, hati-hati kasih mematikan, serta pentingnya video orang tua untuk motivasi murid.

Dalam paparannya, Bibit Hariyanto menegaskan bahwa kegagalan siswa sering kali tidak disebabkan oleh kebodohan atau kemalasan, melainkan oleh persepsi negatif yang mereka bangun sendiri. “Seorang murid bisa merasa gagal hanya karena nilainya tidak sempurna, padahal usahanya sudah meningkat drastis. Persepsi keliru inilah yang melahirkan putus asa, bukan situasi sebenarnya,” tegasnya. Ia mengingatkan para pendidik agar tidak terperangkap pada label “gagal” sebelum melihat proses.

Lebih lanjut, pria yang juga motivator nasional itu menyentil sisi lain yang tak krusial: kasih sayang orang tua yang keliru. Menurutnya, orang tua yang terlalu mengekang, selalu menuruti semua keinginan anak, atau memberi kritik tanpa empati justru sedang mematikan semangat, kreativitas, dan rasa percaya diri anak. “Hati-hati, kasih yang salah bentuknya bisa menjadi bumerang. Kasih yang mematikan adalah kasih yang tidak memberi ruang anak untuk jatuh dan bangun sendiri,” ujarnya.

Solusi yang ditawarkan Bibit terbilang sederhana namun mendalam: buatkan video pendek dari orang tua yang berisi pesan tulus, dukungan tanpa syarat, kebanggaan terhadap proses (bukan hanya hasil), serta harapan yang realistis. “Murid akan termotivasi dari dalam saat ia melihat langsung mata dan mendengar suara orang tuanya mengatakan ‘aku bangga padamu, Nak’. Itu lebih kuat dari seribu ceramah,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah VI Provinsi Jawa Tengah, Ibu Indri Astuti, dalam sambutan motivasinya memfokuskan pada pengembangan SMK di Wonogiri. Beliau mengajak seluruh kepala sekolah dan guru untuk meninggalkan pola pikir tetap fixed mindset dan beralih ke pola pikir berkembang growth mindset. “SMK bukan hanya mencetak lulusan siap kerja, tapi mencetak manusia yang tahan banting, kreatif, dan terus belajar. Guru dan kepala sekolah harus jadi teladan perubahan. Jangan takut salah, yang tidak boleh adalah berhenti mencoba,” pesan Indri dengan penuh semangat di hadapan para pendidik.

Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga siang ini diakhiri dengan sesi penyusunan komitmen bersama berupa rencana tindak lanjut pembuatan video motivasi orang tua dan pelatihan persepsi positif bagi guru. Panitia mencatat antusiasme luar biasa dari kegiatan ini. (Beny)

Komentar