BeritaWonogiri.com [SEMARANG] – Program Pesantren Obah Jateng 2025 menjadi salah satu prioritas utama Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dalam membangun fondasi pendidikan keagamaan di Jawa Tengah.
Sepanjang tahun ini, tiga kegiatan strategis telah berjalan efektif: penyaluran insentif guru agama, bisyaroh santri penghafal Al-Quran, serta persiapan beasiswa tingkat vokasi hingga doktoral.
Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jateng mencatat, program Pesantren Obah Jateng 2025 telah menyalurkan insentif kepada 230.830 guru agama. Rinciannya: 225.187 pengajar Islam, 4.430 Kristen, 474 Katolik, 545 Buddha, 180 Hindu, dan 13 Konghucu.
Setiap penerima memperoleh Rp 1,2 juta per tahun, dicairkan per empat bulan @Rp 300 ribu. Total anggaran yang sudah mengalir mencapai Rp 277,046 miliar, termasuk operasional petugas.
Plt Kepala Biro Kesra Gunawan Sudharsono menegaskan, seluruh alokasi 2025 sudah tuntas dicairkan. “Kami lanjutkan tahun 2026,” katanya, Jumat (28/2/2025).
Wakil Gubernur Taj Yasin menambahkan, meski APBD tahun ini berkurang, Pemprov tetap berkomitmen. “Ini hadiah untuk para penghafal Al-Quran dan guru agama,” ujarnya.
Selain insentif pengajar, program Pesantren Obah Jateng 2025 juga mengalokasikan bisyaroh bagi 2.000 santri hafidz Quran. Masing-masing menerima Rp 1 juta. Kuota serupa dipastikan berlanjut 2026.
Ketua Tim Bidang PD Pontren Kanwil Kemenag Jateng, Ali Ansori, menjelaskan pencairan hibah provinsi ini dikoordinasikan Kanwil Kemenag karena memiliki database valid penerima.
Sejak 2023, seluruh ustadz di Jateng juga terdaftar BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran Rp 10.800 per bulan. Langkah ini memperkuat safety net pengajar keagamaan.
Tahun depan, program Pesantren Obah Jateng membuka akses beasiswa vokasi, S1, S2, dan S3. Pendaftaran dimulai 18 Februari 2025, seleksi Juni, pengumuman Agustus 2026.
Pemprov menyiapkan Rp 6,8 miliar per tahun untuk 90 orang: 24 pendidikan dalam negeri, 66 luar negeri. Target kelulusan empat tahun akademik.
Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) dibentuk untuk menyeleksi calon penerima. Informasi lengkap tersedia di aplikasi JNN-Jateng Ngopeni Nglakoni dan portal resmi pemprov.
Santriwati Ponpes Manba’ul Hikmah Kendal, Wafiq Salma, menyambut positif bisyaroh yang diserahkan langsung Wagub Taj Yasin. “Terima kasih Pemprov Jateng. Kami berharap program ini berlanjut tahun-tahun mendatang,” katanya.
Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan, meski besaran insentif belum maksimal akibat keterbatasan anggaran, pemerintah berkomitmen meningkatkan alokasi 2026. “Ini instrumen membangun pondasi moral dan ilmu pesantren,” pungkasnya. (Zul)






