BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Siswa-siswa kelas V SDN 1 Pokoh Kidul, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri membuat model paru-paru dengan memakai botol air mineral, Sabtu, 11 Januari 2025. Murid-murid kemudian mempresentasikan cara kerja model paru-paru itu, Senin lalu.
Wali Kelas V SDN 1 Pokoh Kidul, Ari Widiyani, SPdSD mengatakan praktikum merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pembelajaran IPA.
“Metode praktikum dapat membantu siswa menerapkan pengetahuan yang dimiliki dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka akan lebih mudah mengingat pelajaran. Selain itu dengan praktik ini membuat pembelajaran semakin bermakna,” imbuh Ari.
Baca juga: Sabtu Kreasi Ala SDN 1 Pokoh Kidul, Berikut Manfaatnya
Kegiatan praktik IPA dibagi menjadi 6 kelompok dengan anggota setiap kelompok 4 atau 5 orang. Praktik IPA bagaimana paru-paru bekerja menggunakan bahan-bahan yang ada dan mudah didapatkan disekitar kita.
Alat dan bahan, sebuah botol plastik bekas ukuran 1500 ml, sedotan, plastisin, 2 buah balon ukuran kecil, satu balon ukuran besar, karet gelang, gunting, cuter. Semua bahan dibuat dan dirangkai menjadi model paru-paru.
Setelah semua bahan selesai dirangkai menjadi model paru-paru, setiap kelompok secara bergantian maju untuk mempresentasikan hasil kerja mereka.
Cara kerja paru-paru, ketika diafragma menekan ke bawah atau berkontraksi maka paru-paru akan mengembang sehingga udara masuk kedalam paru-paru (terihat ketika balon besar ditarik ke bawah, paru-paru (balon kecil) akan mengembang).
Ketika diafragma ditekan ke atas atau diafragma berelaksasi maka paru-paru akan mengempis sehingga udara keluar dari paru-paru (terlihat ketika balon yang kita tarik ke bawah pelan-pelan kita lepaskan maka balon kecil akan mengempis).
Dalam kegiatan praktik ini anak-anak terlihat antusias dan bersemangat sehingga pembelajaran semakin bermakna dan mengasyikkan. Anak-anak semakin paham tentang cara kerja paru-paru.
Paru-paru merupakan organ vital yang berfungsi untuk menukar oksigen dan karbon dioksida. Praktikum ini dapat membantu siswa untuk memahami proses pernapasan manusia, sehingga dapat menghargai diri dan kesehatannya.
Salah satu siswa, Muhammad Habib Luthfi mengaku senang dengan praktik itu. “Jadi semakin tahu seperti apa kerja paru-paru,” imbuh Habib. (Nadhiroh/*)







Komentar