Tanah Longsor Di Ngroto Tutup Akses Jalan Lintas Provinsi Jateng Dan Pacitan, Jatim

BeritaWonogiri.com [KISMANTORO] – Peristiwa bencana alam tanah longsor terjadi kembali di Dusun Growong RT 05 RW 03, Desa Ngroto, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri. Bencana tanah longsor menutup akses jalan di dusun tersebut.

Warga, relawan dan anggota Koramil 20/Kismantoro, Sabtu, 25 Januari 2025, bergotong-royong membersihkan material tanah. Dipimpin Pelda Hadi pembersihan material longsor untuk  memulihkan jalur dilakukan sejak pagi.
 
Menurut Hadi, jalan tersebut menjadi urat nadi kehidupan Desa Ngroto, yang terletak di kawasan pegunungan. Mengembalikan fungsi jalan berarti memulihkan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat yang sempat terhenti.

Baca juga: Berawal Dari Kain, Anak Korban Temukan Ibunda Yang Jadi Korban Longsor Di Kismantoro
 
“Kami bergerak cepat agar warga bisa kembali menjalani aktivitas sehari-hari. Jalan ini sangat penting sebagai penghubung utama antar Kabupaten Wonogiri Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur,” tegas Pelda Hadi.
 
Di tengah tantangan berat, keakraban dan kekompakan warga kian terasa. Dengan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop dan karung, mereka bahu-membahu mengangkat material longsor yang menutup jalan.

BeritaWonogiri.com/Ist

Tak ada keluhan, hanya semangat untuk menyelesaikan pekerjaan demi masa depan desa mereka.
 
“Semangat gotong-royong seperti ini adalah kekuatan utama kita. Selain mempercepat pembersihan, ini juga mencerminkan hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat,” tambah Pelda Hadi.
 
Salah satu warga yang ikut bergotong-royong, Paidi, mengaku bersyukur atas bantuan TNI. “Kami merasa lebih kuat karena TNI selalu hadir saat kami menghadapi bencana seperti ini. Dengan bantuan mereka, pekerjaan jadi jauh lebih cepat selesai,” ungkapnya.
 
Dandim 0728/Wonogiri, Letkol Inf Edi Ristriyono turut memuji sinergi antara warga dan TNI. “Gotong-royong seperti ini adalah bukti nyata bahwa kita bisa menghadapi tantangan bersama. Dandim berharap semangat ini terus tumbuh dan menjadi budaya di semua desa yang menjadi tanggung jawab anggotanya,” tegasnya.
 
Upaya pembersihan ini diharapkan segera memulihkan akses jalan dan mempercepat mobilitas warga, agar kehidupan mereka kembali normal. Bersama, TNI dan masyarakat membuktikan bahwa dengan kerja sama, segala tantangan bisa diatasi. (Triantotus)

Komentar