BeritaWonogiri.com (WONOGIRI) – Guru, telah menyandang ‘gelar’ Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Lantaran profesi ini pendapatan gaji atau honor tidak seberapa dibanding perjuangan mereka mendidik generasi bangsa.
Terlebih guru swasta. Itulah sebabnya Penilik PNFI Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Wuryantoro, Siti Marfu’ah memberi motivasi para guru PAUD. Kata dia, menjadi tenaga pendidik PAUD itu penting meski gajinya tidak seberapa.
“Jadi guru Paud itu merupakan pekerjaan yang mulia, hasil materinya kecil tapi pahalanya besar. Saya juga pernah menjadi guru Paud di TK Setda Wonogiri selama 5 tahun sebelum akhirnya bertugas menjadi penilik di Eromoko dan Wuryantoro,” ujarnya di hadapan para guru PAUD, dalam acara pertemuan rutin di PAUD Kelompok Bermain Raudhatul Ilmi, Pulutan Wetan, Wuryantoro, Senin, 2 Juni 2025.
Ketua Himpaudi Wuryantoro, Fitria Pujiastuti menyampaikan terima kasih kepada guru-guru yang hadir.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang sudah bersedia hadir pada pertemuan kali ini, semoga Himpaudi selalu jaya,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut juga diisi sosialisasi akreditasi sekolah oleh Irawan, Asesor BAN PDM Jawa Tengah. Dia mengatakan di Jateng mendapat kuota 4.000 lembaga yang akan diakreditasi, sehingga pengelola sekolah hendaknya mempersiapkankan diri.
“Instrumen akreditasi masih sama dengan visitasi lembaga Paud tetap satu hari. Ini sekaligus meluruskan berita bahwa kunjungan visitasi untuk Paud bukan dua hari seperti di jenjang pendidikan dasar dan menengah,” ucapnya.
Dia menegaskan dirinya akan mendampingi lembaga-lembaga yang tahun ini maju untuk akreditasi.
Sementara Wahyuni, salah satu Pengurus Daerah Himpaudi Wonogiri dan tim Verifikasi BOP menekankan tentang pentingnya aplikasi platform Arkas dan SPJ BOP bagi Paud.
“Silahkan diisi dan dikerjakan untuk BKU Arkas-nya, kita berharap semua lembaga bisa menyelesaikan SPJ tepat waktu” ungkapnya. (Irawan/*)






