Wagub Jateng Hadiri Promosi Doktor Agus Fathuddin, Bahas Islam Moderat vs Radikal di Media Sosial

Wartawan Suara Merdeka Lulus Doktor UIN Walisongo dengan Predikat Sangat Memuaskan

Beritawonogiri.com [SEMARANG] – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menghadiri ujian terbuka promosi doktor Agus Fathuddin Yusuf di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Jumat (4/7/2024).

Agus, wartawan senior Harian Suara Merdeka, berhasil mempertahankan disertasinya berjudul Dinamika Kontestasi Ideologi Islam Moderat dengan Islam Radikal di Media Sosial dan dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan.

Taj Yasin, yang akrab disapa Gus Yasin, mengucapkan selamat atas capaian doktor Agus. “Semoga ilmunya berkah dan bermanfaat untuk dunia serta akhirat,” ujarnya. Sidang dipimpin Rektor UIN Walisongo, Prof. Dr. Nizar, M.Ag., sebagai ketua, dengan Prof. Dr. Muhammad Sulthon, M.Ag., sebagai sekretaris.

Tim penguji terdiri dari Prof. Dr. Ahmad Rofiq, MA (promotor), Dr. Najahan Musyafak, MA (co-promotor), Prof. Dr. Zulkifli, M.Ag. (penguji eksternal), Prof. Dr. Ilyas Supena, M.Ag., Prof. Dr. Syamsul Maarif, M.Ag., dan Dr. Agus Riyadi, M.S.I.

Agus Fathuddin meraih nilai akumulasi 3,81 dari ujian terbuka, tertutup, dan teori, dengan IPK 3,75. “Dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan,” ungkap Prof. Nizar. Ia menegaskan, gelar doktor ini menjadi babak baru dalam perjalanan keilmuan yang harus dipertanggungjawabkan untuk kemaslahatan masyarakat.

Prof. Ahmad Rofiq, selaku promotor, menyebut disertasi Agus sebagai catatan penting dalam kajian ideologi Islam di media sosial. “Di era ini, kita harus terus belajar agar tak ketinggalan informasi. Bahkan AI bisa lebih pintar dari kita.

Penelitian ini harus terus dikawal, apalagi dengan perkembangan teknologi yang pesat,” katanya. Disertasi Agus menyoroti dinamika kontestasi ideologi Islam moderat dan radikal di ranah digital, yang dinilai relevan di tengah perkembangan teknologi informasi.

Penelitian ini diharapkan menjadi rujukan bagi akademisi dan masyarakat untuk memahami polarisasi ideologi di media sosial. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *