Beritawonogiri.com [KISMANTORO] – Upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana terus digencarkan. Koramil 20/Kismantoro Kodim 0728/Wonogiri melalui Pelda Hadi menggelar sosialisasi Pengembangan Model Desa Tangguh Bencana Berbasis Kearifan Lokal di Balai Desa Pucung, Kecamatan Kismantoro, Senin (29/9/2025).
Dalam pemaparannya, Pelda Hadi menekankan pentingnya mitigasi bencana sebagai langkah pencegahan dan penanganan dini. Edukasi yang diberikan mencakup pemahaman dasar tentang bencana, pelatihan tanggap darurat, pembangunan infrastruktur tahan bencana, serta peran aktif masyarakat dalam penyusunan rencana darurat.

“Mitigasi bencana adalah upaya pencegahan sekaligus kesiapsiagaan. Karena bencana alam bisa datang kapan saja, maka semua pihak, terutama relawan, harus siap menghadapinya,” ujar Pelda Hadi.
Selain itu, program Desa Tangguh Bencana juga menitikberatkan pada kearifan lokal sebagai modal sosial. Nilai, praktik, dan pengetahuan lokal diintegrasikan dalam setiap langkah pengurangan risiko bencana. “Dengan begitu, solusi yang ditawarkan lebih relevan dan mudah diterima masyarakat,” tandasnya.
Sosialisasi ini diikuti perangkat desa, tokoh masyarakat, serta relawan kebencanaan. Mereka mendapat pemahaman tentang pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk peran masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di lingkungannya.
Menurut Pelda Hadi, pengembangan desa tangguh akan membuat masyarakat lebih adaptif dan mampu memulihkan diri dengan cepat pascabencana. “Harapan kami, desa tidak hanya siap saat bencana datang, tetapi juga mampu bangkit dengan semangat kebersamaan,” jelasnya.
Program ini juga sejalan dengan strategi nasional pengurangan risiko bencana yang menekankan partisipasi aktif masyarakat. Dengan keterlibatan warga, konsep desa tangguh diharapkan menjadi model ketahanan bencana di tingkat lokal sekaligus memperkuat solidaritas sosial.(*)






