BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Sebanyak lima pos pengamanan dan satu pos terpadu disiapkan Polres Wonogiri. Pos-pos tersebut stay selama Operasi Ketupat Candi 2025 mulai 23 Maret hingga 8 April 2025 mendatang.
Kapolres Wonogiri AKBP Jarot Sungkowo, melalui Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, mengatakan, sacara umum Polres Wonogiri telah siap untuk melakukan serangkaian pengamanan mudik balik pada lebaran tahun 2025 ini.
“Pengamanan lebaran tahun ini Polres Wonogiri menyiapkan 5 pos pengamanan dan satu pos terpadu serta menurunkan sedikitnya 281 personel Polres Wonogiri,” ucapnya.
Apel gelar pasukan dalam rangka Pengamanan Idul Fitri 1446 Hijriah tahun 2025 dilaksanakan di Halaman Mapolres Wonogiri, Jumat, 21Maret 2025 dengan pemimpin apel Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno.
Bupati Wonogiri saat itu membacakan amanat dari Kapolri yang mengatakan, apel gelar pasukan ini merupakan bentuk kesiapan pengamanan untuk memastikan pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1446 H berjalan aman lancar. Mulai dari pelaksanaan mudik maupun arus balik, dan pengamanan selama libur lebaran.
“Berdasarkan survei Kemenhub RI, potensi pergerakan masyarakat selama libur lebaran 2025 mencapai 52% dari total jumlah penduduk Indonesia atau setara 146,48 juta orang,” ucapnya.
Jumlah ini diperkirakan akan dapat berubah sewaktu-waktu, mengingat pengalaman kita pada pengamanan lebaran tahun sebelumnya, jumlah realisasi pemudik jauh lebih besar dibanding angka survei.

Operasi ini, ujarnya, melibatkan 164.298 personel gabungan dan akan menempati 2.835 pos, yang terdiri dari 1.738 pos pengamanan, 788 pos pelayanan, serta 309 pos terpadu. Pos juga sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan, serta pengamanan terhadap 126.736 objek pengamanan berupa masjid, lokasi shalat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, dan bandara.
Pengamanan tidak hanya berfokus pada lalu lintas, namun juga memperhatikan gangguan kamtibmas, stabilitas harga, dan ketersediaan bahan pokok serta BBM. Sinergi antara Satgas Pusat, Satgas Daerah, dan stakeholder terkait menjadi kunci utama dalam memastikan keberhasilan pengamanan.
Pelayanan yang ramah dan responsif juga harus menjadi prioritas selama pengamanan mudik lebaran 2025. Tampilkan sosok petugas yang humanis, berikan edukasi dan imbauan kepada pengemudi untuk istirahat sejenak guna menghindari microsleep, lakukan pengecekan kesehatan pengemudi, kondisi kendaraan, kesiapan rambu-rambu dan lampu penerangan, serta siagakan personel pada titik-titik rawan kecelakaan.
“Dalam menghadapi situasi yang dinamis, penting untuk memahami karakteristik wilayah seperti titik rawan banjir, longsor, dan gangguan kamtibmas. Skenario-skenario menghadapi potensi gangguan dan situasi kontijensi juga perlu dipersiapkan secara matang,” ungkapnya.
Usai pelaksanaan upacara dilakukan pengecekan sarana prasarana oleh Bupati didampingi Dandim 0728/Wonogiri dan Kapolres Wonogiri bersama dengan tamu undangan yang hadir. Apel diikuti pasukan gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, SAR, BPBD, dan jajaran Dinas Perhubungan, serta Pramuka. (Suryono)






