BeritaWonogiri.com [SOLO] – Tobali Film bersama Skak Studio sukses menggarap karya film terbaru berjudul Cocote Tonggo. Film ini bergenre drama keluarga dengan sentuhan komedi yang kental, berlatar kehidupan masyarakat lokal Solo, Jawa Tengah.
Disutradarai oleh Bayu Skak dan didukung oleh Sahli Himawan selaku eksekutif produser, dan Utojo Sutjiutama, Roro Sinduretno Soenardjo, film komedi ini akan mulai tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 15 Mei 2025.
Cocote Tonggo menghadirkan kisah jenaka namun penuh makna tentang kehidupan bertetangga dan tekanan sosial yang kerap muncul dilingkungan masyarakat.
Baca juga: Nobar Nussa Dan Rara, Dari Film Anak-Anak RA Munzalam Mubaroka Mengenal Keutamaan Puasa
Film ini dibintangi oleh sederet aktor dan aktris ternama seperti Dennis Adhiswara, Ayushita,Asri Welas, Bayu Skak, Sundari Soekotjo, Ika Dihardjo, Devina Aureel, Marwoto, Yati Pesek,Brilliana Arfira, Maya Wulan. Bahkan talenta lokal yang memperkuat cita rasa daerah turut hadir dalam film Cocote Tonggo.
Sutradara Film Bayu Skak mengatakan, film ini menceritakan tentang sepasang suami istri yang menjual jamu kesuburan justru belum juga memiliki keturunan. Lalu, Luki dan Murni sebagai karakter utama, diceritakan menjadi bahan gunjingan warga karena menjual jamu kesuburan namun tak kunjung punya anak.
“Jadi demi menyelamatkan pamor dan keberlangsungan toko jamu warisan keluarga, mereka ini melakukan berbagai cara untuk menyelamatkan reputasi keluarga dan citra pasangan ideal, nah dari sinilah, berbagai konflik bermula,” ujarnya dalam pers rilis yang diterima RRI, Kamis, 17 April 2025.
Film Cocote Tonggo digarap sepenuhnya di Kota Solo, dengan lokasi syuting di Kawasan Laweyan dan beberapa lokasi lain di seputaran Kota Solo yang menghadirkan nuansa hyperlocal yang kuat dan otentik. Sebagian dialog dalam film menggunakan Bahasa Jawa Mataraman khas Solo.
“Film ini lebih dari sekadar hiburan. Cocote Tonggo menyentuh realita sosial tentang tekanan masyarakat dan bagaimana kita bisa menghadapinya, bahkan dengan tawa,” ujar Bayu Skak.
Kolaborasi antara Skak Studios dan Tobali Film menjadi kekuatan utama dari film ini. Skak Studios, yang didirikan oleh Bayu Skak bersama Ricky Ramadhan Setiyawan dan Henny Myranda Nusaputri, dikenal sebagai rumah produksi yang konsisten mengangkat kisah-kisah lokal melalui loka drama dan karakter khas daerah, seperti dalam film Sekawan Limo, Yowis Ben dan serial Lara Ati yang sukses besar di platform OTT.
Sementara itu, Tobali Film merupakan reinkarnasi dari Tobali Indah Film yang didirikan pada 1968. Di bawah kepemimpinan Sahli Himawan sejak 2024, Tobali Film kembali ke jalur produksifilm layar lebar setelah satu dekade fokus pada sinetron dan serial televisi.
Owner Tobali Film SahliHimawan mengatakan, Cocote Tonggomenjadi film layar lebar pertama hasil kolaborasi Tobali Film dengan Skak Studio.
“Tidak berhenti di Cocote Tonggo, Tobali Film telah menyiapkan 10 film layar lebar lainnya yangakan segera diproduksi, termasuk Amin Tanpa Iman yang telah rampung syuting,” katanya.
SahliHimawan menegaskan komitmen Tobali Film untuk terus menghasilkan karya-karya yang tidak hanya menghibur, tapi juga sarat nilai budaya dan edukasi.
“Kita hadir dengan kombinasi kekuatan cerita, budaya lokal, komedi segar, serta kolaborasi dua rumah produksi hebat, Cocote Tonggo siap mencuri hati penonton Indonesia,” ujarnya. (RRI/ Qaasid Ahmad Argadiraksa)
Editor: HeriS








Komentar