Menteri Nusron Siap Jalankan Instruksi Presiden Terkait Pengecekan Aset dan HGU

Prabowo : Yang Jatuh tempo kembalikan ke negara

BeritaWonogiri.com (JAKARTA)  – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menyatakan siap menjalankan instruksi Presiden Prabowo untuk mengecek tanah yang menjadi aset negara.

Sumber Humas Pertanahan Kamis, 15 Mei 2025 menyebut, kesiapan itu disampaikan Nusron usai mengikuti Sidang Kabinet yang dipimpin Presiden di Istana Negara, Jakarta, Senin, 5 Mei 2025 lalu..

Pada rapat tersebut, presiden menekankan terkait pencapaian aset under management yang telah dikonsolidasi dalam aset negara serta pentingnya pengecekan terhadap seluruh aset di Indonesia, termasuk tanah negara.

“Pak Nusron, nanti cek dan teliti ya. Cek semua konsesi Hak Guna Usaha (HGU), Hak Guna Bangunan (HGB) yang sudah jatuh tempo, kembalikan ke negara,” ujar Presiden Prabowo saat itu.

Menteri ATR/Kepala BPN sendiri mengaku telah memulai melakukan identifikasi atas tanah-tanah yang telah masuk kategori tanah telantar.

“Ini kita lihat, perintahnya adalah sudah berapa yang pernah diserahkan tapi sudah jatuh tempo dan tidak diperpanjang. Biasanya ini masuk dalam kategori tanah telantar yang diserahkan kepada Bank Tanah,” jelas Nusron Wahid.

Saat ini, pihak kementerian juga sudah mendiskusikan langkah selanjutnya terkait pemanfaatan aset Bank Tanah yang telah mencapai sekitar 40 ribu hektare.

Pemanfaatan aset tersebut dilakukan untuk meningkatkan manfaat bagi perekonomian dan pembangunan nasional.

“Aset Bank Tanah nanti yang sedang kami diskusikan, apakah bisa atau tidak untuk dikonsolidasikan ke dalam Danantara,” ujar Menteri Nusron.

Tanah-tanah tersebut berpotensi besar untuk dimanfaatkan di berbagai sektor pembangunan nasional, juga  digunakan dalam berbagai macam tujuan, seperti pembangunan pabrik, perumahan, pangan, hingga energi terbarukan.

Ia memastikan, kajian mendalam akan dilakukan sebelum rencana pemanfaatan diluncurkan secara resmi.

“Nanti akan kita kaji, dan kita rilis semua ada berapa yang sudah dihitung,” pungkas Menteri ATR/Kepala BPN. (Irfandy)

Komentar