BeritaWonogiri.com (WONOGIRI) – Ibadah kurban disyariatkan Islam berdasarkan perintah Allah SWT dalam Al-Quran Surah Al-Kautsar ayat 2 dan surah Al-Hajj ayat 36, tentang kisah Nabi Ibrahim AS yang bersedia mengorbankan putranya Ismail atas perintah Allah.
Ini menjadi simbol ketaatan dan pengorbanan yang diwajibkan dalam Islam. Nabi Muhammad SAW pun menghukumi ibadah kurban sebagai sunnah muakkadah (sunnah yang sangat ditekankan).
Sunah Nabi ini diteladani Warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Wonogiri dalam setiap momen Hari Raya Idul Adha.
Ketaatan berkurban tercermin dari ketaatan warganya menjalankan ibadah kurban, sehingga setiap tahun mengalami peningkatan jumlah hewan yang dikurbankan.
Dikutip dari data rilis DPD LDII Jumat, 6 Juni 2025, pada Idul Adha 1446 Hijriah/2025 Masehi tahun ini, jumlah hewan kurban yang terkumpul melonjak signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Total nilai kurban tahun ini menembus angka Rp12,25 miliar, meningkat 8,29 persen dari tahun 2024,” tulis sumber di DPD LDII.
Berdasarkan data yang dirilis DPD LDII Kabupaten Wonogiri hingga pukul 03.30 WIB (Jumat dinihari), jumlah hewan kurban yang berhasil dihimpun terdiri; Sapi sebanyak 525 ekor senilai Rp10.591.675.000, Kambing Jawa: 847 ekor senilai Rp1.559.458.000 dan Domba: 48 ekor senilai Rp101.620.000.
Total keseluruhan nilai kurban tahun ini sebesar Rp12.252.753.000. Data ini masih bersifat dinamis dan diperkirakan akan terus bertambah hingga hari tasyrik berakhir.
Ketua DPD LDII Wonogiri, H. Sutoyo, menjelaskan, keberhasilan ini bukan instan. Pihaknya sejak lama membudayakan semangat berkurban kepada warganya, bahkan sejak usia dini.
“Bagi kami, semangat berkurban itu seperti jiwa pejuang. Maka dari itu, anak-anak LDII sudah dilatih dan dibiasakan menabung sejak kecil khusus untuk berkurban. Kami tanamkan bahwa berkurban adalah kewajiban spiritual yang sangat besar nilainya,” ujar Sutoyo saat ditemui di Kantor DPD LDII Wonogiri, Jumat.
Hal ini diperkuat pengurus lain, H. Joko Santosa. Dia menyatakan rutin memberi motivasi dan pengingat kepada warga jelang Idul Adha agar tetap semangat berkurban.
“Setiap tahun, kami lihat grafiknya selalu naik. Kami yakin ini karena pembiasaan dan pendekatan spiritual yang terus kami lakukan,” ujarnya.
Selain berkurban, warga LDII juga didorong memaksimalkan ibadah Idul Adha lainnya, seperti puasa Arafah dan penyempurnaan niat berkurban.
Kegiatan penyembelihan sendiri dipusatkan di masjid-masjid binaan LDII, selanjutnya daging kurban didistribusikan kepada warga sekitar dan yang membutuhkan. Uniknya, kulit hewan kurban juga dimanfaatkan untuk kesejahteraan pondok pesantren.
“Kulit dikumpulkan secara kolektif dan dikelola untuk membantu pesantren binaan LDII di Wonogiri,” jelas KH Sunadi Ali Mustofa, salah satu tokoh ulama LDII Wonogiri.
Kegiatan kurban warga LDII juga melibatkan pelaku UMKM lokal. Salah satunya pengadaan besek bambu sebagai wadah daging kurban. Hal ini bertujuan mendukung ekonomi warga sekitar serta mengurangi sampah plastik.
Tren Meningkat Setiap Tahun
Peningkatan jumlah kurban LDII Wonogiri bukan kali ini saja terjadi. Berikut data historis kurban lima tahun terakhir:
Tahun Sapi Kmbg/Domba Total Nilai
2020 306 302 ± Rp6,9 M
2021 322 303 ± Rp8,3 M
2022 360 400 ± Rp9 M
2023 464 664 ± Rp10 M
2024 510 660 ± Rp11,29 M
2025 525 895 ± Rp12,25 M
Ketua DPD LDII Wonogiri menegaskan, semangat berkurban bukan sekedar ritual tahunan, melainkan pendidikan karakter yang ditanamkan sejak kecil.
“Kurban bukan soal mampu atau tidak, tapi soal niat, ketaatan ibadah, pembiasaan, dan semangat berbagi,” tutup H. Sutoyo. (Joko)






