Hadapi Ancaman Siber, Pemprov Jateng Gelar Simulasi Pemulihan Data Center

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menekankan pentingnya keseriusan seluruh OPD dalam Simulasi Disaster Recovery Plan (DRP) untuk mengantisipasi gangguan teknologi informasi yang tidak terduga.

BeritaWonogiri.com [SEMARANG] – Guna mengantisipasi ancaman gangguan teknologi informasi yang tidak mengenal waktu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar simulasi Disaster Recovery Plan (DRP) untuk Data Center-nya, Rabu (26/11/2025). Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, secara tegas meminta seluruh peserta dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengikuti simulasi ini dengan sungguh-sungguh.

Simulasi yang berlangsung di Data Center Dinas Kominfo Provinsi Jateng, Komplek BPSDMD Srondol ini, diikuti oleh petugas pengelola siber dari sejumlah OPD. Sekda menekankan bahwa langkah antisipasi melalui simulasi sangat krusial untuk meminimalisir kebingungan dan kepanikan jika suatu saat terjadi gangguan nyata.

Peserta dari berbagai OPD menyimak dengan serius penjelasan dan skenario gangguan yang diberikan selama simulasi. (Foto: Syahidan)

Dalam sambutannya, Sumarno mengibaratkan pentingnya simulasi DRP seperti safety briefing untuk menghadapi bencana fisik. “Kita memahami gangguan, ancaman, di semua lini itu ada. Butuh simulasi supaya tidak bingung dan tidak gaduh,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa karakteristik ancaman di dunia siber sangat berbeda. Gangguan tidak terlihat dan bisa datang kapan saja, sehingga membutuhkan respons yang terpadu dan terencana. “Ke depan kalau ada kejadian tidak muncul lagi piya piye, langkahnya adalah respon cepat, bagaimana menghentikan, bagaimana merecovery. Kalau tanpa simulasi, tentu saja kita gagap,” ujar Sumarno.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Tengah, Agung Hariyadi, menjelaskan bahwa DRP merupakan serangkaian kebijakan, prosedur, dan tindakan teknis terencana untuk memulihkan sistem, data, dan infrastruktur IT pasca insiden besar.

“Simulasi DRP ini juga diselenggarakan sebagai bagian dari pemenuhan sertifikasi ISO pengelolaan data center,” jelas Agung. Ia menambahkan bahwa simulasi serupa digelar setahun sekali, khususnya untuk OPD yang mengelola data kritis dan layanan publik.

Contoh data kritis tersebut antara lain Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Dinas Pendidikan dan data-data penting di Bappeda. “Pada OPD dengan data kritis, kita lakukan simulasi sehingga jika ada ancaman serius tidak mengganggu data yang terhimpun,” pungkasnya.

Dengan dilaksanakannya simulasi ini, Pemprov Jateng berharap dapat membangun budaya siaga siber dan memastikan layanan publik, terutama yang berbasis data, dapat terus berjalan dengan lancar dan aman dari segala bentuk ancaman digital.(*)

Komentar