BPBD Wonogiri Ajarkan Mitigasi Bencana ke Siswa Usia Dini di Bulusulur

Sekolah Jadi Pilar Penting Mitigasi Bencana

BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – BPBD Wonogiri kenalkan mitigasi bencana pada siswa usia dini sebagai langkah strategis pengurangan risiko bencana di Kabupaten Wonogiri. Edukasi kebencanaan ini menyasar anak-anak Sekolah Islam Al-Azhar Cairo Wonogiri yang berlokasi di Bulusulur, Kamis (29/1/2026), dengan pendekatan interaktif, edukatif, dan menyenangkan.

Langkah ini menegaskan komitmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri dalam membangun budaya sadar bencana sejak usia dini. Anak-anak tidak hanya diperkenalkan pada teori kebencanaan, tetapi juga diajak merasakan pengalaman langsung melalui simulasi penyelamatan diri yang mudah dipahami.

Dalam kegiatan tersebut, BPBD Wonogiri menghadirkan praktisi penganggulangan bencana untuk berinteraksi langsung dengan para siswa. Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana, visual menarik, serta permainan edukatif yang membuat anak-anak antusias mengikuti setiap sesi.

Tak hanya mendengarkan penjelasan, siswa juga diajak mempraktikkan langkah-langkah mitigasi bencana, mulai dari mengenali tanda bahaya, teknik berlindung, hingga proses evakuasi menuju titik kumpul yang aman.

Pendekatan ini dinilai efektif karena anak-anak belajar melalui pengalaman langsung, bukan sekadar hafalan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Wonogiri, Sri Maryati, menegaskan bahwa pengenalan mitigasi bencana pada usia dini sangat krusial. Anak-anak termasuk kelompok rentan yang perlu mendapatkan perlindungan khusus saat terjadi bencana.

“Dengan memberikan edukasi sejak dini, kita menanamkan naluri penyelamatan diri dan budaya sadar bencana yang akan mereka bawa hingga dewasa,” ujar Sri Maryati, dilansir dari wonogirikab.go.id, Kamis (29/1/2026).

Menurutnya, pemahaman dasar tentang kebencanaan akan membantu anak-anak bersikap lebih tenang dan tidak panik saat menghadapi situasi darurat.

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian siswa adalah simulasi langsung penanganan bencana. Anak-anak diajarkan cara melindungi diri saat gempa, berlindung di tempat aman, serta mengikuti jalur evakuasi yang telah ditentukan.

Instruktur BPBD menjelaskan setiap langkah dengan gerakan sederhana, disertai contoh yang mudah ditiru. Suasana belajar pun terasa cair, penuh tawa, namun tetap sarat makna.

Melalui simulasi ini, anak-anak tidak hanya memahami apa yang harus dilakukan, tetapi juga mengingatnya dengan lebih kuat karena dipraktikkan secara langsung.

BPBD Wonogiri berharap kegiatan ini mampu menciptakan ekosistem sekolah tangguh bencana, di mana seluruh warga sekolah—guru, siswa, hingga tenaga pendukung—memiliki pemahaman dasar kebencanaan.

Pihak Sekolah Islam Al-Azhar Cairo Wonogiri menyambut positif inisiatif BPBD. Menurut pihak sekolah, materi kebencanaan sering dianggap berat dan sulit dipahami anak-anak. Namun melalui metode interaktif dan simulasi, materi tersebut justru menjadi menyenangkan.

“Kegiatan ini sangat membantu kami. Anak-anak jadi paham tanpa merasa takut,” ungkap salah satu guru pendamping.

Kabupaten Wonogiri termasuk wilayah yang memiliki potensi bencana alam, mulai dari gempa bumi, tanah longsor, hingga cuaca ekstrem. Oleh karena itu, edukasi mitigasi bencana menjadi langkah preventif yang terus digencarkan BPBD Wonogiri.

Dengan menyasar usia dini, BPBD berharap kesadaran kebencanaan dapat tumbuh secara alami dan berkelanjutan. Anak-anak yang paham mitigasi diharapkan kelak menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Edukasi mitigasi bencana ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Pemerintah Kabupaten Wonogiri dalam meminimalkan risiko dan dampak bencana. BPBD Wonogiri menegaskan kegiatan serupa akan terus dilakukan di sekolah-sekolah lain, baik tingkat PAUD, SD, hingga SMP.

Langkah ini menjadi investasi sosial yang sangat penting: membangun generasi yang tangguh, waspada, dan siap menghadapi bencana tanpa panik. (Wulan Eka Handayani)

Komentar