BeritaWonogiri.com [GROBOGAN] – Jembatan armco Grobogan segera dipasang untuk memulihkan jalur utama Grobogan–Semarang yang putus total akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan akses vital tersebut kembali berfungsi maksimal dalam waktu satu pekan.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meninjau langsung lokasi tanggul jebol pada Selasa, 17 Februari 2026. Ia menegaskan percepatan penanganan menjadi prioritas karena jalur tersebut merupakan akses distribusi logistik sekaligus jalur mudik Lebaran.
“Tiga hari maksimal seminggu normalisasi jalur kendaraan maupun orang sudah bisa kita gunakan,” ujarnya di lokasi.
Tanggul Sungai Tuntang jebol pada Senin sore, 16 Februari 2026, akibat curah hujan tinggi serta kiriman air dari hulu Sungai Glugu dan Sungai Tuntang. Dampaknya, arus lalu lintas di jalur utama penghubung Grobogan–Semarang lumpuh total.
Peristiwa ini berdampak luas. Sedikitnya 42 desa di 10 kecamatan di Kabupaten Grobogan terendam banjir. Sekitar 9.000 kepala keluarga terdampak dan ratusan hektare lahan pertanian tergenang.
Gubernur Ahmad Luthfi menjelaskan, langkah penanganan dibagi menjadi dua skema, yakni jangka pendek dan jangka panjang.
Untuk jangka pendek, Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana melakukan penutupan sementara tanggul yang jebol. Bersamaan dengan itu, dilakukan pemasangan jembatan armco Grobogan guna memulihkan konektivitas jalan nasional tersebut.
Penutupan tanggul ditargetkan rampung dalam tiga hari, dilanjutkan penguatan struktur hingga satu pekan.
“Yang penting jalan bisa dipakai dulu karena ini jalur utama mudik,” tegasnya.
Ahmad Luthfi menyebut tanggul Sungai Tuntang sudah dua kali mengalami kejadian serupa. Ia menilai sedimentasi tinggi menjadi salah satu faktor penyebab.
Untuk solusi permanen, Pemprov Jawa Tengah akan mengusulkan normalisasi Sungai Tuntang kepada Kementerian PUPR. Kewenangan pengelolaan sungai berada pada pemerintah pusat melalui BBWS.
Di lokasi, gubernur bahkan menghubungi langsung Menteri PUPR guna meminta percepatan normalisasi.
“Sedimennya sangat tinggi. Minimal harus ada normalisasi,” katanya.
Kepala Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, memastikan jembatan armco milik pemerintah provinsi telah digeser dari Kabupaten Pati menuju lokasi di Tinanding.
Material dijadwalkan tiba pada Selasa malam dan segera dipasang. Selain itu, pengurugan dan penguatan struktur tanah juga telah disiapkan.
“Prinsipnya semua kami siapkan. Target satu minggu kami yakin jembatan armco selesai,” ujarnya.
Dengan pemasangan jembatan armco Grobogan ini, diharapkan aktivitas ekonomi masyarakat serta distribusi logistik dapat kembali berjalan normal, terutama menjelang arus mudik Lebaran.
Pemprov Jawa Tengah memastikan seluruh organisasi perangkat daerah bergerak sesuai tugas dan fungsinya. Fokus utama saat ini adalah percepatan penanganan darurat, pemulihan akses transportasi, serta bantuan bagi warga terdampak banjir.
Keberadaan jembatan armco Grobogan menjadi solusi cepat agar konektivitas wilayah tidak terputus terlalu lama. Pemerintah juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi. (*)








Komentar