BeritaWonogiri.com [KARANGANYAR] – Puluhan guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) SMK Provinsi Jawa Tengah berkumpul untuk memperkuat sinergi melalui agenda Rakor MGMP PAI SMK Jawa Tengah dan Halal Bi Halal. Kegiatan yang berlangsung khidmat pada Sabtu (4/4/2026) ini bertempat di Kabupaten Karanganyar sebagai tuan rumah, guna merumuskan arah kebijakan strategis pendidikan agama bagi siswa sekolah vokasi di seluruh wilayah Jawa Tengah.
Sinergi Guru Agama Islam di Momentum Idul Fitri
Kegiatan dimulai sejak pagi hari pukul 07.30 WIB dengan proses registrasi peserta yang berjalan lancar. Panitia dari MGMP PAI SMK Kabupaten Karanganyar menyambut para peserta dengan hangat dalam suasana kekeluargaan pasca-Ramadan.
Acara resmi dibuka pada pukul 12.30 WIB oleh Bapak Edi, Ketua MGMP PAI SMK Kota Surakarta selaku pembawa acara. Setelah pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Ketua MGMP PAI SMK Provinsi Jawa Tengah, Bapak Harsono, S.Ag., M.Pd., memberikan sambutan yang menekankan pentingnya energi positif dari silaturahmi.
“Halal bi halal bukan sekadar tradisi, tetapi energi baru untuk memperkuat komitmen kita dalam mendidik generasi vokasi yang berakhlak mulia,” tegas Harsono dalam pidatonya.
Penguatan Moderasi Beragama dan Tantangan Vokasi
Kasi PAIS Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah turut memberikan pengarahan strategis. Ia menyoroti peran krusial Guru PAI di lingkungan SMK yang harus mampu menyeimbangkan aspek spiritual dan keterampilan teknis siswa.
Menurutnya, penguatan moderasi beragama dan integrasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran vokasi menjadi kunci utama. “Siswa harus dibekali akhlak sekaligus keterampilan agar siap bersaing di dunia industri,” pesannya kepada puluhan peserta yang hadir.
Digitalisasi dan Program Kerja Strategis 2026
Memasuki sesi malam, antusiasme peserta tetap terjaga saat Bapak Suyono, M.Pd., mensosialisasikan program kerja MGMP PAI SMK Jawa Tengah. Fokus utama program ke depan mencakup transformasi digital, di antaranya:
Pelatihan pembelajaran berbasis Kecerdasan Buatan (AI).
Pengembangan bank soal digital tingkat provinsi.
Workshop penyusunan modul ajar PAI kontekstual.
Rakor Strategis: Merumuskan Kalender Bersama
Puncak acara hari pertama adalah Rapat Koordinasi (Rakor) yang dipandu oleh Bapak Harsono dan Sekretaris MGMP, Bapak Muh. Musafikin, S.Pd.I. Diskusi yang berlangsung hingga pukul 22.30 WIB ini menghasilkan beberapa kesepakatan penting, termasuk penyusunan kalender pendidikan bersama dan pendampingan bagi guru yang belum tersertifikasi.
Perwakilan dari kabupaten/kota juga berkesempatan berbagi laporan program serta inovasi pembelajaran di daerah masing-masing. Kegiatan hari pertama ditutup dengan rencana sesi berbagi praktik baik (best practice) yang akan dilanjutkan keesokan harinya. (Beny)








Komentar