BeritaWonogiri.com [GIRITONTRO] – Ratusan kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan memadati aula SMK Negeri 1 Giritontro dalam gelaran One Day Seminar Growth Mindset, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi transformasi pendidikan vokasi di Wonogiri dengan fokus utama menanamkan pola pikir berkembang atau growth mindset SMK guna mencetak lulusan yang tahan banting.
Seminar ini menghadirkan General Manager PT IMCP, Bibit Hariyanto, S.H., M.M., sebagai pembicara kunci. Ia mengupas tuntas tiga pilar penting dalam mendidik siswa vokasi: bahaya persepsi negatif, dampak kasih sayang yang keliru, serta kekuatan dukungan orang tua melalui media digital.
Mengubah Persepsi: Kunci Utama Menghalau Kegagalan Siswa
Bibit Hariyanto menegaskan bahwa kegagalan siswa sering kali bukan disebabkan oleh kebodohan atau kemalasan. Menurutnya, persepsi negatif yang dibangun siswa terhadap diri sendiri adalah penghambat utama kemajuan mereka.
“Seorang murid bisa merasa gagal hanya karena nilainya tidak sempurna, padahal usahanya sudah meningkat drastis. Persepsi keliru inilah yang melahirkan putus asa,” tegas pria yang juga motivator nasional tersebut. Ia meminta para pendidik agar lebih jeli melihat proses perkembangan siswa daripada sekadar melabeli hasil akhir.
Waspada ‘Kasih Mematikan’ dari Orang Tua dan Pendidik
Selain masalah persepsi, Bibit juga menyentil fenomena “kasih sayang yang mematikan”. Ia memperingatkan orang tua dan guru agar tidak terlalu mengekang atau menuruti semua keinginan anak tanpa memberi ruang untuk mandiri.
Menurutnya, kasih sayang yang salah bentuk dapat membunuh kreativitas dan rasa percaya diri siswa. “Kasih yang mematikan adalah kasih yang tidak memberi ruang bagi anak untuk jatuh dan bangun sendiri,” imbuhnya di hadapan para peserta seminar growth mindset SMK.
Inovasi Video Orang Tua sebagai Booster Motivasi Murid
Sebagai solusi praktis, Bibit menawarkan metode pembuatan video pendek dari orang tua untuk siswa. Video ini berisi pesan tulus, dukungan tanpa syarat, dan pengakuan terhadap proses belajar anak, bukan hanya hasil ujian.
Ia meyakini bahwa melihat langsung mata dan mendengar suara orang tua yang menyatakan kebanggaan jauh lebih efektif daripada ceramah panjang. Dukungan emosional ini dinilai mampu membangkitkan motivasi intrinsik siswa SMK yang tengah menghadapi tantangan dunia kerja.
Komitmen Transformasi Pendidikan Vokasi di Wonogiri
Sejalan dengan hal itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Provinsi Jawa Tengah, Indri Astuti, mengajak seluruh pendidik di Wonogiri beralih dari fixed mindset ke growth mindset. Ia menekankan bahwa SMK harus mencetak manusia yang kreatif dan terus belajar secara berkelanjutan.
“Jangan takut salah, yang tidak boleh adalah berhenti mencoba,” pesan Indri dengan penuh semangat. Kegiatan ditutup dengan penyusunan komitmen bersama untuk menerapkan rencana tindak lanjut berupa pembuatan video motivasi orang tua di masing-masing sekolah. (Beny)






