Gus Yasin Jadi Imam Salat di Tenda Darurat, Masjid Jalaluddin Boyolali Mulai Dibangun

Pantau Akses Jalan Longsor Menuju Lokasi

BeritaWonogiri.com [BOYOLALI] – Harapan masyarakat Dukuh Glinggang untuk memiliki kembali tempat ibadah yang representatif mulai terwujud. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan kembali Masjid Jalaluddin Boyolali di Desa Kendel, Kecamatan Kemusu, Jumat (8/5/2026). Langkah ini merupakan tindak lanjut cepat atas instruksi khusus Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.

Sebagaimana diketahui, masjid bersejarah ini ludes terbakar pada 19 Maret 2026 lalu akibat amukan si jago merah yang melalap bangunan kayu berukuran 20×40 meter hingga tak bersisa. Gubernur Ahmad Luthfi kemudian memerintahkan jajaran pemerintah provinsi untuk memberikan atensi penuh agar rumah ibadah ini segera difungsikan kembali.

“Pak Gubernur menginstruksikan untuk segera dibangun, dan alhamdulillah hari ini kita meletakkan batu pertama,” ujar tokoh yang akrab disapa Gus Yasin tersebut di lokasi pembangunan.

Target Rampung Setahun dan Kebutuhan Anggaran

Gus Yasin berharap proses konstruksi Masjid Jalaluddin Boyolali dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu tahun. Saat ini, pengerjaan telah memasuki tahap fondasi untuk area serambi. Kehadiran Wagub di tengah masyarakat Kemusu juga diwarnai dengan momen spiritual, di mana beliau menjadi imam Salat Jumat di tenda darurat halaman masjid yang diikuti ratusan warga.

Kepala Desa Kendel, Kusmanto Hadikusumo Wijoyodiningrat, menjelaskan bahwa rencana pembangunan kembali masjid ini membutuhkan total anggaran sekitar Rp3,5 miliar. Saat ini, dana yang telah terkumpul secara swadaya dan donatur mencapai Rp960 juta.

“Kami masih membutuhkan dukungan sekitar Rp2,6 miliar lagi. Kami memohon doa restu dan kontribusi dari para donatur untuk mendirikan kembali rumah Allah di Dukuh Glinggang ini,” tutur Kusmanto. Saat ini, tim di lapangan tengah fokus pada pengecoran tiang, penataan basement, serta tempat wudhu sebelum masuk ke tahap levelling lantai utama.

Pantau Akses Jalan Longsor Menuju Lokasi

Selain urusan pembangunan masjid, Taj Yasin juga menyempatkan diri mengecek kondisi infrastruktur di sekitar Dukuh Glinggang. Ia menemukan sebagian bahu jalan akses utama menuju desa tersebut mengalami longsor. Jalur ini merupakan akses vital bagi truk pengangkut material pembangunan masjid.

“Tadi dari pihak PU sudah saya minta untuk segera mengecek. Karena nanti intensitas keluar masuk truk akan sangat banyak, jangan sampai membahayakan keselamatan warga dan pekerja,” tegas Gus Yasin.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk terus memantau progres pembangunan masjid ini agar masyarakat Desa Kendel dapat kembali beribadah dengan nyaman dan khusyuk di bangunan permanen yang lebih kokoh. (*)

Komentar