Audiensi dengan Gubernur: Transformasi Basket Jawa Tengah Menuju Ekonomi Berkelanjutan

Perbasi Jawa Tengah segera implementasi ekosistem industri basket yang berkelanjutan dan berbasis komunitas di 35 kabupaten/kota.

Beritawonogiri.com [SEMARANG] – Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Jawa Tengah kini melangkah menuju pembangunan ekosistem olahraga basket yang berkelanjutan berbasis industri, meninggalkan ketergantungan pada dana APBD. Gagasan tersebut ditegaskan Ketua Perbasi Jateng, Bagus Andrean John saat audiensi bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Semarang, Senin (13/10/2025).​

Selama ini, olahraga beregu di daerah kerap bergantung pada anggaran pemerintah. John menegaskan bola basket harus lebih berorientasi industri, sehingga pembinaan berjalan tepat sasaran dan mandiri. “Sudah saatnya bola basket diarahkan ke arah industri, agar pembinaan bisa berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujar John. Program strategis yang diusung akan segera digulirkan, meliputi kompetisi di 35 kabupaten/kota, melibatkan sekolah, klub, pelaku usaha, dan UMKM.​

Audiensi jajaran Perbasi Jateng bersama Disporapar dan Pemprov, sinergi pengembangan industri olahraga daerah. (Foto: Zulkarnain)

Seusai pelantikan pengurus baru pada 21 September 2025, Perbasi Jateng langsung menyiapkan program kerja dengan target memulai liga basket pada Januari 2026. Kompetisi tersebut membagi peserta ke dalam dua kategori: sekolah dan klub. Perangkat pertandingan—dari wasit hingga statistik lapangan—juga terus dipersiapkan, bahkan hingga kategori tingkat SD.​

Tiga unsur utama selalu diusung tiap event: olahraga basket, pengembangan kepemudaan, dan pameran produk UMKM. Perbasi bertekad membangun ekosistem yang menjadi rumah bersama bagi atlet, pelaku ekonomi kreatif, dan komunitas pendidikan di Jawa Tengah, membangun kompetisi yang didukung sponsor dan jaringan bisnis lokal serta nasional.​

Dukungan pemerintah daerah semakin kuat. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, Masrofi, menegaskan, “Kami mendukung penuh langkah Perbasi Jateng agar bola basket tidak hanya sebagai olahraga prestasi, tetapi juga sebagai sarana mengolahragakan masyarakat dan membangun industri olahraga.” Sinergi ini mendapatkan apresiasi Gubernur Ahmad Luthfi yang mendorong pelaksanaan liga basket inovatif padu pameran UMKM dan komunitas pemuda.​

Gubernur berharap model kemandirian seperti basket bisa diterapkan di cabor lain, mengikuti tren lari, sepeda, dan maraton yang kini sukses secara ekonomi dan komunitas. “Olahraga harus jadi industri, tak melulu ditopang APBD,” tambahnya.

Prestasi dua tahun terakhir basket Jateng sangat positif. Pada PON 2024, Jateng meraih perunggu, sementara ajang Pra Popnas membuahkan emas dan perunggu. Harapan besar kini tertuju pada Popnas 2025 Jakarta agar prestasi dan reputasi basket Jawa Tengah makin bersinar di tingkat nasional.​

Perbasi Jateng yakin dengan model berbasis industri dan sinergi multipihak, ekosistem basket daerah akan lebih dinamis, berdaya saing, dan berkelanjutan untuk masa depan olahraga Indonesia.(*)

Komentar