BeritaWonogiri.com [SALATIGA] – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin, M.S.I, mengajak seluruh pengrajin lokal untuk terus memperkokoh posisi strategis produksi batik nasional Jawa Tengah. Berdasarkan data terbaru, Jawa Tengah masih memimpin sebagai produsen batik terbesar di Indonesia, mengungguli provinsi tetangga dengan selisih jumlah unit usaha yang sangat signifikan.
Ajakan tersebut disampaikan Nawal saat menghadiri kegiatan Gemas Sanloka (Gerakan Memasyarakatkan Sandang Lokal Beretika) di Jalan Tentara Pelajar, Kota Salatiga, Sabtu (4/4/2026) malam. Nawal menegaskan bahwa kekuatan wastra nusantara, khususnya batik, merupakan aset utama Jawa Tengah di kancah nasional maupun internasional.
Data Membuktikan Jawa Tengah Rajai Industri Batik
Menjalankan amanat Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Nawal memaparkan data dari Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Kementerian Perindustrian tahun 2024. Jawa Tengah tercatat memiliki 2.299 unit produsen batik, jumlah yang jauh melampaui provinsi lain.
Sebagai perbandingan, Jawa Timur tercatat hanya memiliki 216 unit, DI Yogyakarta 180 unit, dan Jawa Barat dengan 115 unit produsen. “Ini merupakan potensi besar. Mari kita jaga bersama-sama warisan budaya Jawa Tengah ini, terutama batik dan berbagai wastra lainnya,” ujar istri Wagub Jateng tersebut dengan penuh semangat.
Dorong Inovasi Fashion ‘Ready to Wear’
Meskipun secara kuantitas unggul, Nawal mengingatkan para pengrajin agar tidak cepat berpuas diri. Tantangan industri kreatif saat ini menuntut pengrajin untuk meningkatkan nilai tambah produk melalui inovasi desain. Salah satu strategi yang diusung adalah pengembangan produk busana siap pakai atau ready to wear.
“Untuk meningkatkan nilai jualnya, kita harus mengubah kain ini menjadi produk ready to wear. Oleh karena itu, pelatihan desain busana siap pakai sangat dibutuhkan para pengrajin saat ini,” tambah Nawal di hadapan para peserta.
Gemas Sanloka: Parade Busana dan Kebangkitan UMKM
Kegiatan malam itu kian semarak dengan parade busana yang menampilkan wastra unggulan hasil karya pelajar SMK dan pengrajin lokal. Menariknya, model yang tampil bukan hanya profesional, melainkan juga istri kepala Forkopimda, kepala OPD perempuan Pemkot Salatiga, hingga siswi SMK Kristen Kota Salatiga.
Nawal memberikan apresiasi tinggi kepada TP PKK Kota Salatiga yang berhasil menggaet 54 pelaku UMKM dalam acara ini. Ia berharap semangat “Gemas Sanloka” dapat menular ke 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah guna menggerakkan roda ekonomi rakyat.
Senada dengan hal tersebut, Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hermawan, menegaskan tujuan utama kegiatan ini adalah edukasi. “Kami ingin memperkenalkan bahwa batik, tenun, dan lurik bukan sekadar kain tua. Kami ingin masyarakat menghargai apa yang lahir dari bumi sendiri secara berkelanjutan (sustainable),” pungkasnya. (*)







Komentar