Beritawonogiri.com [WONOGIRI] – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) terus gencar menyosialisasikan nilai-nilai Pancasila ke seluruh lapisan masyarakat. Kali ini, BPIP berkolaborasi dengan anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PKS, Drs. H. Hamid Noor Yasin, MM, dan menggaet para santri Pondok Pesantren Terpadu Al-Huda serta murid SMPIT dan SMAIT Wonogiri. Kegiatan yang digelar pada Jumat, 22 Agustus 2025, di halaman Pondok Pesantren ini bertujuan untuk membekali generasi muda agar menjadi benteng bangsa dari ancaman radikalisme.
Kepala BPIP, Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, MA., Ph.D., dalam kesempatan tersebut mengungkapkan rencana strategis BPIP untuk bekerja sama dengan 17 pondok pesantren. Kolaborasi ini difokuskan untuk menangani dan memperkuat ideologi warga binaan pasca-bebas, termasuk narapidana terorisme (napiter) agar sepenuhnya kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Sudah ada beberapa napiter yang kembali ke NKRI, seperti di Pandeglang. Namun, ada yang masih perlu penguatan,” jelas Prof. Yudian. Ia menambahkan bahwa pondok pesantren memiliki peran krusial dalam memberikan pembinaan moral dan ideologi. Prof. Yudian juga mendorong BPIP untuk proaktif turun ke lapangan, menyosialisasikan empat pilar kebangsaan agar masyarakat memahami betapa besarnya bangsa Indonesia.
Acara yang dipadati 515 santri ini tidak hanya diisi dengan sosialisasi teoritis. BPIP mengajak para peserta untuk menjadi Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila, mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila melalui aksi nyata yang bermanfaat. “Pancasila tidak hanya sekadar ideologi, tetapi harus diimplementasikan melalui gerakan kebajikan atau aksi-aksi nyata,” tegas Prof. Yudian.
Dalam sambutannya, Hamid Noor Yasin mengajak seluruh santri untuk menggaungkan “Salam Pancasila!” sebagai wujud semangat persatuan. Ia juga menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi over capacity di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang mayoritas dihuni oleh pemuda korban penyalahgunaan narkoba. “Ini menjadi PR bagi BPIP, karena bila tidak ditangani, cita-cita Indonesia Emas di Tahun 2045 sulit terwujud,” ungkapnya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Pancasila relevan dan bisa diimplementasikan di berbagai lapisan masyarakat, dimulai dari pesantren. Kehadiran para tokoh penting dari BPIP, DPR RI, dan Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam menanamkan ideologi Pancasila langsung kepada generasi muda.
Melalui program kolaboratif seperti ini, BPIP berharap semangat persatuan dan kesatuan akan terus menggelora, menjangkau setiap sudut negeri. Upaya ini menjadi fondasi penting untuk menjaga keutuhan dan keberlanjutan bangsa di tengah berbagai tantangan global.






Komentar