Damkar Evakuasi Ular Piton 2 Meter di Pekarangan Rumah Wonogiri

Ular piton sepanjang dua meter memangsa ayam milik warga di Lingkungan Salak, Kelurahan Giripurwo, Minggu (28/12/2025) malam. Tim Damkar Wonogiri berhasil evakuasi reptil tersebut.

BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Kepanikan sempat melanda Lingkungan Salak RT 03 RW 04, Kelurahan Giripurwo, Minggu malam, 28 Desember 2025. Sekitar pukul 21.00 WIB, seekor ular piton berukuran besar dengan panjang kurang lebih dua meter dilaporkan memangsa ayam kampung milik seorang warga, Sriyani (63), di pekarangan rumahnya.

Peristiwa yang terjadi di sekitar kandang ayam tersebut langsung membuat warga khawatir. Menyadari potensi bahaya reptil berukuran besar itu bagi keselamatan keluarga dan tetangga, Sriyani segera menghubungi Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Wonogiri untuk meminta bantuan.

Menindaklanjuti laporan warga, Koordinator Lapangan Damkar Wonogiri, Sriyanto Kembo, yang mewakili Kepala Bidang Damkar Joko Prayitno dan Kepala Satpol PP Joko Susilo, langsung memerintahkan tim piket bergerak ke lokasi.

Setibanya di pekarangan rumah Sriyani, petugas menemukan ular piton tersebut masih berada di sekitar lokasi kejadian. Dengan menggunakan peralatan khusus penanganan satwa dan menerapkan prosedur pengamanan yang ketat, petugas berhasil melumpuhkan dan mengevakuasi ular piton tersebut dalam waktu yang relatif singkat. Seluruh proses berjalan lancar dan berhasil mencegah kemungkinan korban jiwa, disaksikan langsung oleh warga setempat yang sebelumnya merasa cemas.

Dalam keterangannya, Sriyanto Kembo menegaskan bahwa respons cepat ini merupakan bagian dari komitmen pelayanan Damkar Wonogiri. “Kami selalu siaga 24 jam untuk menerima laporan dan keluhan warga. Setelah penanganan ular ini, petugas juga dijadwalkan menuju wilayah Wonokarto karena ada laporan lain terkait sarang tawon,” ujarnya.

Sementara itu, Sriyani selaku pemilik ayam yang menjadi mangsa ular menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas aksi cepat petugas. “Terima kasih banyak, kalau tidak segera ditangani kami khawatir ular itu masuk ke rumah,” ungkap Sriyani yang merasa sangat terbantu sehingga warga kembali merasa aman.

Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat di daerah yang berbatasan dengan area terbuka atau persawahan. Damkar Wonogiri mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada musim hujan seperti saat ini. Cuaca yang basah sering kali membuat hewan liar, termasuk ular, keluar dari sarangnya mencari tempat yang lebih kering atau mangsa.

Warga diminta untuk tidak mencoba menangani sendiri hewan liar yang berpotensi berbahaya. “Apabila menemukan situasi serupa atau adanya satwa liar yang mengancam, masyarakat tidak perlu ragu untuk segera menghubungi petugas melalui nomor layanan darurat. Keselamatan bersama adalah prioritas utama,” pesan Sriyanto.

Dengan penanganan yang profesional dan cepat ini, ketenangan kembali ke Lingkungan Salak. Kejadian ini juga menunjukkan peran vital unit Damkar tidak hanya dalam menangani kebakaran, tetapi juga sebagai first responder untuk gangguan keamanan lain yang dihadapi masyarakat, termasuk konflik dengan satwa liar. (Yuliyanto)

Komentar