Dosen Staimas Wonogiri Diminta Rajin Menulis Memanfaat Artificial Intelligence

BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (Staimas) Wonogiri menyelenggarakan Visiting Lencture, Using Artificial Intelligence, Rabu dan Kamis, 26 dan 27 Juni 2025 di Aula Staimas Wonogiri.

Pada agenda yang bertemakan In Academic Writing and Research : An Essential Productivity Tool ini, menghadirkan narasumber, Ripto Mukti Wibowo, SKom, Meng, PhD dan diikuti dosen, tendik dan tamu undangan dari perwakilan Kemenag Wonogiri.

Ketua STAIMAS Wonogiri, Atik Nurfatmawati, MIKom, mengajak semua peserta untuk lebih produktif dan bijak memanfaatkan berbagai kecanggihan teknologi yang ada saat ini.

“Dosen-dosen harus semakin rajin dan aktif melakukan penelitian dan penulisan. Semua harus berupaya semakin produktif dengan adanya kemajuan AI,” kata Atik.

Ripto pada kesempatan itu banyak mengupas berbagai hal tentang AI. Yaitu AI Research Initiative & University (Indonesia, Saudi Arabia’s & Global): A Step towards Vision Countries, Building Your Track Record in Researdh & AI serta Technological Skills and Tools for Scientific Researach.

“Saat ini banyak tools yang bisa digunakan untuk mendukung penelitian dan penulisan. Manfaatkan fasilitas-fasilitas yang ada dengan teknologi AI,” ujar Ripto.

Ripto memaparkan 6 domain AI yang mendukung fungsi akademik, yaitu pengembangan ide dan desain penelitian (pembangkitan ide dan brainstorming serta perencanaan penelitian dan desain studi), kedua pengembangan & penataan konten (bantuan menulis, penataan teks, integrasi visual dan multimedia).

Ketiga, tinjauan literatur dan sintesis (mengekstraksi dan menganalisis informasi serta mensintesis literatur dan tabel ringkasan), keempat manajemen dan analisis data (analisis dan interpretasi data serta manajemen kumpulan data).

Kelima dukungan penyuntingan, peninjauan dan penerbitan (penyempurnaan dan pemeriksaan naskah serta bantuan penerbitan dan tanggapan peninjauan) dan keenam komunikasi penjangkauan dan kepatuhan etika atau penyebaran dan penjangkauan serta jaminan etika dan integritas. (Nadhiroh/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *