Tingkatkan Mutu, STAIMAS Wonogiri Gelar Raker Awal Tahun 2026

Evaluasi Kinerja dan Penyusunan Program Kerja Jadi Fokus Utama

BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri menggelar Rapat Kerja (Raker) perdana di tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Jumat hingga Sabtu (2-3/1/2026), di Aula STAIMAS ini mengusung tema strategis: “Peningkatan Mutu Tridharma Perguruan Tinggi melalui Evaluasi Kinerja dan Program Kerja Berkelanjutan.” Raker dihadiri oleh seluruh unsur pimpinan, yayasan, senat, program studi, dan staf tata usaha.

Ketua Pelaksana Raker, Achmad Zaky Faiz, M.Sos., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda penting untuk mengevaluasi capaian dan merancang langkah ke depan. “Pentingnya evaluasi berkelanjutan dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi serta sinergi antar seluruh unsur kampus, mulai dari yayasan, pimpinan, program studi, hingga sivitas akademika, menjadi fondasi utama,” ujarnya dalam pembukaan.

Raker secara resmi dibuka oleh Ketua STAIMAS Wonogiri, Atik Nurfatmawati, M.I.Kom. Pada hari pertama, fokus agenda adalah evaluasi mendalam terhadap kinerja tahun sebelumnya. Masing-masing lembaga, program studi, dan unit tata usaha menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) secara komprehensif di hadapan senat, yayasan, dan pimpinan tinggi kampus.

Dalam sesi pengarahan, Ketua Senat STAIMAS Wonogiri, Drs. Rasyidi Masyhur, M.Si., memberikan penekanan filosofis dan moral. Ia menyatakan bahwa perpindahan dari tahun 2025 ke 2026 adalah anugerah yang patut disyukuri dengan kerja lebih baik. Mengutip Q.S. At-Taubah ayat 105, Rasyidi mengajak seluruh sivitas akademika untuk bekerja dengan kesadaran penuh pertanggungjawaban.

“Peran senat sebagai lembaga legislatif memiliki fungsi pengawasan moral yang harus dijunjung tinggi,” tegas Rasyidi.

Ia juga menyampaikan lima poin krusial untuk perbaikan ke depan: (1) Penguatan kebijakan akademik, (2) Pengembangan inovatif program studi, (3) Penegakan kode etik secara konsisten, (4) Pemahaman bahwa jabatan adalah amanah, dan (5) Penguatan peran Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) serta Lembaga Penjaminan Mutu (LPM). “Saling memperbaiki bersama, dan yang sudah baik mari dijaga agar semakin baik,” pesannya.

Sementara itu, dari sisi penyelenggara, Ketua Yayasan Karya Emas Center (YKEC), Anfasa Azwan Izza Perdana, S.H., M.H., memberikan arahan strategis. Ia menekankan bahwa proses evaluasi dalam raker ini bersifat kelembagaan, bukan penilaian personal.

“Evaluasi dilakukan bukan secara personal, melainkan bersifat kelembagaan. Perencanaan program kerja diharapkan inovatif, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelas Anfasa.

Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi dan tanggung jawab moral. “Keputusan hendaknya dilaksanakan secara bersama. Visi lembaga harus dapat diimplementasikan dalam program kerja, dan setiap pelaksana memiliki tanggung jawab moral atas amanah yang diemban,” tambahnya.

Raker dua hari ini diharapkan tidak sekadar menjadi ritual tahunan, tetapi menjadi momentum penguatan tata kelola kampus yang lebih akuntabel dan visioner. Melalui evaluasi komprehensif dan penyusunan program yang matang, STAIMAS Wonogiri bertekad untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat—secara signifikan pada tahun 2026.

Dengan semangat kolaborasi dan evaluasi yang konstruktif, STAIMAS Wonogiri memantapkan langkahnya untuk berkontribusi lebih besar dalam dunia pendidikan tinggi Islam yang unggul dan bermartabat. (*)

Komentar