Beritawonogiri.com [TERENGGANU] – Dosen Prodi Ekonomi Syariah STAIMAS Wonogiri, Devina Melinawati, S.Pd., M.Pd., aktif berperan dalam International Conference on Fundamental Studies (ICFS) 2025 di Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia, Kamis (9/10/2025). Forum prestisius bertema “AI Integration in Higher Education: Navigating Tradition and Transformation” ini menjadi panggung diskusi elite tentang inovasi kecerdasan buatan di dunia pendidikan tinggi.
Dalam presentasinya, Devina mengupas enam domain utama AI menurut Khalifa & Albadawy (2024) yang mampu memperkuat kinerja dan tata kelola akademik kampus. Mulai dari Idea Development and Research Design, Content Development and Structuring, Literature Review and Synthesis, Data Management and Analysis, Editing, Review, and Publishing Support, hingga Communication, Outreach, and Ethical Compliance.
“AI membantu perumusan ide, analisis literatur, dan perencanaan riset. Ia juga mempercepat penyusunan materi, memperbaiki tata letak presentasi multimedia, hingga mendukung proses publikasi ilmiah,” jelas Devina. Pengelolaan data dan analisis statistik kini jauh lebih efisien dengan kehadiran AI, memperkaya visualisasi hasil penelitian dan keterpaduan data.
Devina juga menyoroti pentingnya etika dan transparansi dalam penerapan AI, menegaskan bahwa AI bukan sekadar alat administrasi, melainkan instrumen strategis inovasi akademik kampus modern. “Transformasi digital di kampus harus diimbangi tata kelola penjaminan mutu, serta literasi digital dosen dan mahasiswa,” ucapnya.
Menurut Devina, AI hanya akan efektif jika pengguna paham etika, keamanan data, dan tanggung jawab ilmiah. Kampus perlu mendorong pemahaman dan pengembangan kompetensi digital agar penerapan AI berjalan optimal serta tetap menjunjung nilai-nilai akademik.
Partisipasi STAIMAS Wonogiri di ICFS 2025 ini menegaskan komitmen institusi terhadap kolaborasi internasional serta penguatan peran dalam diskursus global teknologi dan etika pendidikan tinggi.(*)







Komentar