Beritawonogiri.com [SURAKARTA] – Alunan musik tradisional dan gemerincing gelang mengawali kemeriahan Pasar Raya Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) 2025, Jumat (1/8). Tarian kontemporer Gelang Dadas asal Kalimantan Tengah memukau penonton, diikuti ragam pertunjukan seni khas Jawa. Acara ini dibuka oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, bersama jajaran pemprov Jateng, menandai dimulainya festival budaya dua pekan penuh.
Sekretaris Daerah Jateng, Sumarno, menekankan pentingnya event budaya untuk menggerakkan ekonomi kreatif. “Solo butuh kegiatan seperti ini agar wisatawan betah. Kami apresiasi para seniman yang terus nguri-uri budaya,” ujarnya. Fadli Zon pun menyebut Pasar Raya TBJT sebagai etalase ekosistem kebudayaan yang patut dicontoh daerah lain.
Tak hanya pertunjukan, Pasar Raya TBJT 2025 menghadirkan 30 stan kuliner jadul, pameran seni rupa, dan partisipasi 5 provinsi, termasuk Jawa Barat dan Kalimantan Tengah. Kepala TBJT, Suratno, menyebut gelaran ini juga memperingati HUT ke-80 Jateng pada 19 Agustus mendatang. “Pecas Ndahe jadi salah satu yang paling dinanti,” tambahnya.
Event yang berlangsung hingga 15 Agustus ini gratis untuk umum dan melibatkan 200 perupa, 70 kelompok seni, serta 80 UMKM. Menurut Kadisbud Jateng, Sadimin, kolaborasi lintas disiplin ini memperkuat regenerasi seniman muda. Fadli Zon berharap budaya tetap menjadi pondasi jati diri bangsa di era modern.








Komentar