Ahmad Luthfi Dedi Mulyadi Entry Meeting BPK, Canda Tawa Bantah Isu Retak

Komitmen Dukung Pemeriksaan LKPD 2025, Target Pertahankan WTP

BeritaWonogiri.com [JAKARTA] – Ahmad Luthfi Dedi Mulyadi Entry Meeting BPK menampilkan momen akrab yang menepis narasi retaknya hubungan kedua gubernur di media sosial. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) tampil cair penuh canda saat menghadiri Entry Meeting Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) 2025 di Gedung BPK RI, Kamis (2/4/2026).

Kehadiran keduanya dalam forum resmi Badan Pemeriksa Keuangan RI justru memperlihatkan kedekatan natural di depan publik. Tidak tampak kecanggungan saat berinteraksi, bahkan sejak awal pertemuan dimulai.

Interaksi Cair di Gedung BPK RI, Keduanya Bahas Pembangunan Daerah

Ahmad Luthfi yang tiba sekitar pukul 08.45 langsung menyapa Dedi Mulyadi yang telah lebih dulu berada di ruang pertemuan. Dengan gaya masing-masing, Ahmad Luthfi mengenakan batik cokelat dan Dedi Mulyadi berbusana batik putih bercorak wayang, keduanya terlibat obrolan santai yang diselingi candaan.

Di tengah percakapan hangat itu, keduanya juga membahas sejumlah topik terkait pembangunan di daerah masing-masing. Tak terlihat ketegangan, keduanya justru berbincang penuh keakraban bak sahabat lama.

“Ngobrol-ngobrol ringan saja tadi,” ujar Ahmad Luthfi sembari tersenyum saat dikonfirmasi tentang obrolan dengan KDM.

Komitmen Dukung Pemeriksaan LKPD 2025, Target Pertahankan WTP

Dalam kegiatan yang dilaksanakan BPK RI itu, Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya mendukung penuh proses pemeriksaan LKPD Tahun Anggaran 2025. Entry Meeting menjadi tahapan penting untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan auditor agar proses pemeriksaan berjalan lancar, objektif, dan tepat waktu.

“Tadi intinya arahan dari BPK RI yang memberikan tugas kepada perwakilan di daerah untuk melakukan pemeriksaan keuangan di wilayah masing-masing,” jelasnya.

Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019, laporan keuangan daerah harus diserahkan maksimal tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir. Pemprov Jateng telah menyerahkan laporan keuangan unaudited TA 2025 kepada BPK RI Perwakilan Jateng pada 30 Maret 2026.

Ahmad Luthfi optimistis capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang telah diraih Jawa Tengah selama 14 kali berturut-turut dapat terus dipertahankan. “Semoga teman-teman bupati dan wali kota bisa bersama-sama menjaga capaian ini,” pungkasnya.

Kepala Daerah Lain Ikut Bergabung, Suasana Hangat Terjalin

Percakapan hangat antara Ahmad Luthfi dan Dedi Mulyadi turut menarik perhatian sejumlah kepala daerah lain yang kemudian ikut bergabung. Di antaranya Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, serta sejumlah undangan lain. Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, juga tampak mendampingi Ahmad Luthfi dalam kesempatan tersebut.

Interaksi tersebut sekaligus membantah berbagai spekulasi di media sosial yang membandingkan hingga mengesankan adanya jarak antara kedua tokoh. Dengan momen keakraban ini, keduanya menunjukkan bahwa perbedaan gaya kepemimpinan tidak menghalangi kolaborasi untuk kemajuan daerah. (Zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *