BeritaWonogiri.com [SEMARANG] – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, secara konsisten mendorong penguatan budaya hemat energi Jawa Tengah melalui aksi nyata dan kebijakan transformasi birokrasi. Hal ini ditunjukkan saat ia memimpin rombongan Aparatur Sipil Negara (ASN) bersepeda berangkat kerja menyusuri rute protokol Kota Semarang hingga berakhir di Kantor Gubernur, Kamis (9/4/2026).
Langkah gowes bersama ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari implementasi Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah Nomor B/000.8.3/3/2026 tentang Transformasi Budaya Kerja ASN. Ahmad Luthfi menekankan bahwa efisiensi energi harus bergeser dari kewajiban administratif menjadi sebuah gaya hidup yang menyenangkan dan berkelanjutan bagi masyarakat luas.
Kebijakan WFH Jumat dan Transformasi Budaya Kerja
Dalam aturan terbaru tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai memberlakukan sistem kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) secara bergiliran setiap hari Jumat bagi ASN. Kebijakan ini bertujuan mengurangi mobilitas kendaraan berbahan bakar fosil tanpa mengganggu pelayanan publik di sektor vital seperti kesehatan dan pendidikan.
“Saya lihat ASN kita sudah mulai ada yang naik sepeda, kendaraan listrik, hingga angkutan umum. Ini jangan semata-mata karena surat edaran, tapi jadikan budaya sehingga terasa ringan. Kita juga batasi penggunaan kendaraan dinas maksimal 50 persen,” ujar Ahmad Luthfi.
Selain WFH, efisiensi energi di lingkungan kantor diperketat dengan pengaturan suhu AC di kisaran 24-26ºC serta pembatasan jam operasional lampu ruangan. ASN yang tinggal dengan jarak kurang dari 1,5 kilometer juga diimbau untuk berjalan kaki menuju kantor.
Dorong Desa Mandiri Energi dan Industri Hijau
Komitmen Ahmad Luthfi dalam membudayakan hemat energi tidak hanya menyasar internal pemerintahan, tetapi juga merambah ke sektor industri dan pedesaan. Saat ini, Jawa Tengah telah memiliki sekitar 2.000 Desa Mandiri Energi (DME) yang tersebar di 35 kabupaten/kota.
Guna mendukung transisi energi, Pemprov Jateng memberikan insentif pajak bagi perusahaan atau industri yang telah beralih menggunakan Energi Baru Terbarukan (EBT). Selain itu, melalui BUMD PT Jateng Petro Energi (JPEN), pemerintah mulai mengenalkan penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) untuk kebutuhan rumah tangga yang lebih ramah lingkungan.
Inisiatif EBT dan Pengurangan Jejak Karbon
Budaya baru ini juga mencakup inisiatif pemasangan sel surya di gedung-gedung pemerintahan sebagai sumber energi alternatif. Ahmad Luthfi berharap seluruh elemen masyarakat dapat mengikuti langkah efisiensi ini, mulai dari hal kecil seperti mematikan lampu yang tidak digunakan hingga pemanfaatan transportasi umum.
“Ini harus menjadi rule kehidupan masyarakat Jawa Tengah ke depan; lebih hemat, nyaman, dan mandiri energi. Kita siapkan industri hijau untuk masa depan lingkungan yang lebih baik,” pungkasnya. (*)






