Hati-Hati Dalam Bekerja Lur. Terpeleset Ke Mesin Penggilingan Jaling, Buruh Tani Meninggal Dunia

BeritaWonogiri.com [EROMOKO] – Kecelakaan kerja dialami Kusen, 63, warga Dusun Gabelan Kidul, Desa Tegalharjo, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri, Rabu, 19 Juli 2023. Korban meninggal dunia dalam perawatan di RSUD dr Soediran Mangun Soemarso (SMS) Wonogiri.

Kasi Humas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Andi M Indra, meminta pekerja mengenakan safety diri saat bekerja untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja. “Baik pekerja di perusahaan maupun pekerja di rumah dan pekerjaan keliling tetap mengenakan safety diri sesuai jenis pekerjaan.”

Anom menyatakan kecelakaan kerja berakibat meninggal dunia di Eromoko terjadi pada Rabu, 19 Juli 2023, pukul 11.30 WIB dan dilaporkan jam 13.00 WIB. Korban merupakan pekerja jasa penggilingan jagung keliling (jaling).

Baca juga: Selama PKL, 458 Pelajar SMKN 2 Ponorogo Terjamin BPJS Ketenagakerjaan

“Kejadian di rumah Marijo Marjono, 65, seorang petani warga Dusun Sambong, Desa Minggarharjo, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri,” ujarnya.

Petugas Polsek Eromoko dan anggota Koramil Eromoko melakukan investigas di lokasi kejadian. (BeritaWonogiri.com/humas Reswi).

Menurut Kasi Humas, peristiwanya berawal dari korban bersama dua teman buruh tani, yakni Bowo Setiyoko dan Parwoko, mendapat order menggiling jagung di rumah Marijo. Ketiganya warga datu desa namun berbeda dusun dan rukun tetangga (RT).

“Ketiganya berniat menggiling jagung milik warga di rumah Marijo Marjono, warga Dusun Sambong, Desa Minggarharjo, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri. Selanjutnya korban naik ke atas mesin penggilingan jagung namun diduga terpeleset,” ujarnya.

Saat terpeleset kaki sebelah kanan korban masuk kedalam mesin penggilingan jagung sehingga mengakibatkan kaki kanan korban putus. Oleh kedua rekan dan warga setempat dilakukan pertolongan dengan membawanya ke RSUD Wonogiri untuk mendapatkan perawatan tetapi meninggal dunia.

“Hasil koordinasi sementara petugas kepolisian dengan pihak RSUD Wonogiri, bahwa korban mendapatkan penanganan medis sampai akhirnya meninggal dunia. Pihak keluarga telah menerima kematian korban dan membuat surat pernyataan. Petugas kepolisian selanjutnya menyerahkan korban kepada pihak keluarga dengan disaksikan tokoh masyarakat karena keluarga menolak dilakukan autopsi korban,” jelasnya. (Heris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *