BeritaWonogiri.com [SLOGOHIMO] – Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Drs Ahmad Luthfi, SStMk, SH memantau penanganan kebakaran kios dan los Pasar Slogohimo, Wonogiri, Jumat (29/09/2023).
Didampingi Kapolres Wonogiri AKBP Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, SH, SIK, MM, MSi Kapolda Jateng tiba di lokasi kebakaran pasar yang terletak di Desa Bulusari, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri.
Ditanya wartawan, Kapolda menyampaikan, terkait kebakaran Pasar Slogohimo, “Pasar adalah pusat perekonomian yang menguasai hajat hidup orang banyak, tentunya kami datang untuk meninjau mengecek bagaimana penanganannya. Untuk dugaan belum ada. Kita masih akan memeriksa keterangan saksi-saksi, olah TKP guna memastikan ada tidaknya unsur kelalaian dari peristiwa kebakaran ini. Kita gunakan metode Scientific Investigation, nantinya dari Lapfor dan inafis akan melakukan olah TKP guna mengetahui penyebab dan ada tidaknya unsur kelalaian dalam peristiwa ini” kata Irjen Pol Ahmad Luthfi di lokasi.
Baca juga: Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran, Kerugian Ditaksir Rp4 M
Kapolda meminta segera dilakukan recovery. “Segera lakukan recovery, komunikasikan dengan berbagai unsur yang berkepentingan guna me-recovery pasar. Yang jelas tugas Polri adalah mengungkap ada tidaknya unsur kelalaian dari peristiwa ini. Nantinya setelah dilakukan olah TKP dan pemeriksaan oleh lapfor dan inafis dari Kapolres yang akan menyampaikan hasilnya,” tambahnya
Sebelumnya diberitakan, Pasar Slogohimo terbakar pada Kamis sekitar pukul 17.00 WIB. Kepulan asap pertama kali diketahui berasal dari bagian belakang pasar tersebut.

Hingga tadi malam pukul 21.00 WIB api sudah dipadamkan. Sepuluh unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk membantu memadamkan kebakaran tersebut.
Cuaca yang begitu terik dan angin yang bertiup kencang serta bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu membuat kobaran api sulit dikuasai petugas pemadam.
Sampai sejauh ini, diperkirakan sekitar 80 kios atau los habis dilalap si jago merah. Sebagian besar los pakaian dan sembako. Kerugian diperkirakan mencapai Rp4 miliar. (Suryono)






