Beritawonogiri.com [WONOGIRI] – Pasar Kota Wonogiri mengalami musibah kebakaran hebat pada Senin dini hari, 6 Oktober 2025. Kobaran api melalap ratusan kios dan los selama enam jam, menyebabkan kerugian ekonomi diperkirakan hingga Rp81,5 miliar dan berdampak kepada 1.531 pedagang dan keluarganya. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Merespon musibah itu, TNI dari Koramil jajaran Kodim 0728/Wonogiri, Polres Wonogiri, lintas sektoral, serta masyarakat bergerak cepat melakukan gotong royong membersihkan puing-puing pasar yang terbakar. Kegiatan karya bakti ini dilakukan sejak pagi dan akan berlangsung selama empat hari, dipimpin langsung oleh Pasiops Kodim 0728/Wonogiri, Kapten Inf Sumarno.

Pasiops menerangkan, pembersihan dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial lintas sektoral serta untuk mempercepat pemulihan sektor ekonomi masyarakat. Proses pembersihan puing-puing juga bagian strategi pemulihan agar aktivitas perdagangan bisa segera kembali berjalan.
Gotong royong melibatkan puluhan personel gabungan TNI, Polri serta relawan dan dinas terkait. Mereka mengangkat sisa atap, kayu, dan barang-barang yang tak layak, membantu pedagang menata barang dagangan yang masih bisa diselamatkan. Pemerintah Kabupaten Wonogiri pun menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari untuk memastikan tata kelola pasca kebakaran berjalan cepat dan terkoordinasi.
Kegiatan tersebut menjadi contoh kepedulian sosial dan wujud solidaritas antara aparat dengan warga. Banyak relawan dan pedagang terlibat aktif bersihkan area pasar, menandakan semangat bangkit di tengah kesulitan serta harapan agar pemulihan ekonomi rakyat tak berlarut-larut.
Selain pembersihan dan koordinasi posko gabungan, pemerintah juga sedang mempersiapkan pembangunan pasar darurat agar aktivitas jual beli tetap berlanjut dan masyarakat dapat segera pulih secara ekonomi.
Bupati Wonogiri memantau langsung progres pemulihan di pasar, menggandeng pihak ketiga untuk menilai kelayakan bangunan pasca kebakaran. Pemerintah daerah akan menentukan apakah pasar dibangun ulang atau hanya diperbaiki setelah hasil penilaian selesai.
Aksi gotong royong bersama TNI, Polri, pemerintah daerah dan warga di Pasar Wonogiri tidak hanya membersihkan puing, namun jadi wujud nyata empati serta dorongan kebangkitan ekonomi rakyat. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mempercepat pemulihan dan mengembalikan harapan bagi pedagang serta masyarakat Wonogiri yang terdampak kebakaran.(*)








Komentar