BeritaWonogiri.com (WONOGIRI) Memelihara hewan merupakan hoby para penyayang binatang. Bagi para pecinta makhluk ini, besarnya biaya perawatan kadang tak terlalu dipikirkan.
Bukan sekedar menuruti hati senang. Terkadang para ‘animal lovers’ rela menghidupi banyak hewan sekedar memberi kesempatan sesama makhluk Tuhan lebih panjang umurnya.
Mereka tak pernah berpikir untung rugi. Terlebih dengan jumlah cukup banyak, merawat hewan pasti merepotkan. Apalagi ketika setiap hari harus rutin membersihkan kotoran.
Tetapi ada kalanya memelihara hewan memberi keuntungan tersendiri yang tidak disadari. Seperti dialami keluarga Ny. Wahju yang memelihara dua kera ekor panjang di rumahnya di Kampung Bauresan, Kota Wonogiri.
Abon dan Obin, dua Kera peliharaan dari kecil itu tiga kali menyelamatkan keluarganya dari ular berbisa. Kejadian terakhir pada Jumat Malam, 30 Mei 2025 sekitar pukul 22.00, kedua kera peliharaannya tiba-tiba berteriak bersahut-sahutan memberikan sinyal bahaya.
“Seperti kejadian dulu juga begitu, kalau ada sesuatu mendekati rumah, Obin dan Abon pasti teriak teriak bersahut-sahutan,” cerita Ny. Wahju.
Teriakan itu membuat penghuni rumah bangun dan mengecek ke luar. Menurut Wahju, biasanya kalau melihat sesuatu kedua hewan lucu itu terus berteriak sambil pandangannya fokus ke satu titik yang dituju.
Mungkin maksudnya ingin menunjukkan sesuatu, dan benar saja, seekor ular sebesar ibu jari tangan berwarna hitam sudah hampir menyelinap masuk melalui bawah pintu.
“Sayangnya pas lagi dicarikan senter sama kayu buat mengusir, ularnya keburu lari ke luar dan menghilang,” tutur Wahju.
Sebelumnya, kera-kera piaraan Ny. Wahju itu juga pernah dua kali melakukan tingkah serupa saat ada ular mendekati pintu rumah. Bahkan kejadian pertama sekitar pukul 23.00, seekor ular hijau sebesar ibu jari kaki, melintang di depan pintu pas suami Ny. Wahju baru pulang dan ingin membuka pintu.
Beruntung suami Ny. Wahju waspada karena melihat tingkah dan teriakan kedua hewan tersebut. Sebelum masuk rumah dia menghidupkan lampu motor, dan tampak jelas seekor ular melintang di depan pintu. Ular itupun dibunuhnya.
Belajar dari pengalaman itu, pada kejadian kedua seekor ular kobra yang hendak masuk rumah juga ketahuan dan dibunuh suaminya.
“Padahal yang kejadian kedua ularnya sudah gak terlihat. Tapi karena pandangan Abon dan Obin fokus ke arah rak sepatu sembari teriak-teriak, akhirnya kita penasaran. Saat rak sepatu kita geser, ularnya keluar dan langsung dibunuh suami,” katanya.
Subhanallah! Terlepas dari urusan taqdir, setidaknya binatang piaraan Ny. Wahju itu bisa menjadi perantara menangkal bahaya sehingga tidak berakibat lebih fatal buat penghuni rumah. Bisa juga itu cara Tuhan memberitahu agar kita tidak semena-mena dan menyia-nyiakan hewan yang juga makhluk ciptaanNYA. (Irfandy)







Komentar