KERSA Wonogiri Talkshow Cegah Pinjol Ilegal

Bank Indonesia, OJK, BNI gelar talkshow di Setda Wonogiri 18/12/2025, ajari UMKM prinsip PeKA & 2L hindari phishing dan investasi bodong.

BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Di tengah gempuran digitalisasi yang kian deras, pelaku usaha kecil menengah (UMKM) di Kabupaten Wonogiri tak mau ketinggalan. Kamis, 18 Desember 2025, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Negara Indonesia (BNI) ramaikan Ruang Giri Manik, Kantor Sekretariat Daerah Wonogiri, lewat Talkshow Penguatan Literasi Keuangan bagi Pelaku Usaha. Ratusan peserta UMKM memadati venue, haus ilmu soal transaksi digital aman dan akses modal murah.

Pembukaan acara ditandai sambutan Bupati Wonogiri yang dibacakan Plt. Asisten Perekonomian Sekda, Mubarok, SKM, MM. Fokus utama: adaptasi UMKM di era cashless. “Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab strategis sebagai fasilitator edukasi literasi keuangan. Dengan pemahaman yang baik, pelaku usaha diharapkan mampu mengelola keuangan secara bijak, memanfaatkan layanan keuangan resmi, serta meningkatkan daya saing usaha,” ungkap Mubarok mengutip Bupati.

Tren nasional mendukung urgensi ini. Data BI per September 2025 catat indeks literasi keuangan Indonesia capai 65,41%, naik dari 64,7% tahun lalu, tapi UMKM daerah seperti Wonogiri masih butuh dorongan ekstra. Kegiatan ini bagian dari program KERSA (Kerabat UMKM Soloraya), komunitas BI sejak 2021 yang kini jangkau 7 kabupaten/kota. Koordinator KERSA Wonogiri, Irawan, S.E., M.Pd., soroti antusiasme peserta. “Antusiasme peserta sangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan literasi keuangan masih sangat besar. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia, BNI, OJK, serta Pemerintah Kabupaten Wonogiri yang telah memfasilitasi kegiatan ini,” katanya.

Irfin Handiliastawan, Plt. Kepala Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran BI, bongkar tren pembayaran digital. QRIS kini dipakai 40 juta merchant nasional, termasuk UMKM Wonogiri, percepat transaksi hingga 70% dan bantu bangun riwayat kredit. Tapi, ancaman siber mengintai: phishing naik 25% tahun ini menurut BI. “Masyarakat harus menjadi konsumen cerdas dengan menerapkan prinsip PeKA, yakni Peduli, Kenali, dan Adukan. Jaga kerahasiaan data pribadi seperti OTP, PIN, dan CVV agar terhindar dari kejahatan digital,” tegas Irfin.

Dari OJK, Candra Halim Ash Shiddiq, Analis Pengawasan Kantor OJK Solo, tekankan pengawasan terintegrasi. Investasi bodong dan pinjol ilegal rugikan Rp 500 miliar per tahun. Dampaknya? UMKM mandek berkembang. “Ingat prinsip 2L, Legal dan Logis. Pastikan produk keuangan memiliki izin resmi dan menawarkan keuntungan yang masuk akal. Jika ada masalah, masyarakat dapat menghubungi layanan OJK di nomor 157,” jelas Candra.

BNI tak kalah gesit. Sugeng, perwakilan BNI Wonogiri, tawarkan KUR bunga 6% plafon Rp 500 juta dan BNI Wirausaha hingga Rp 2 miliar. Program Agen46 sudah jangkau 1.200 desa nasional, termasuk Wonogiri, naikkan inklusi keuangan dari 75% jadi 85% di Jateng. Acara dimoderatori Fenty Sarry berjalan cair, penuh diskusi.

Analisis dampaknya jelas: literasi naik berarti produktivitas UMKM melonjak 20-30%, seperti studi OJK 2024. Wonogiri, dengan 45 ribu UMKM kontribusi 60% PDRB, bisa pacu ekonomi inklusif. Risiko ilegal turun, daya saing global naik via e-commerce. Namun, tantangan tetap: akses internet pelosok dan skill digital rendah. Sinergi ini jadi model, target nasional inklusi 90% 2026 kian terjangkau.

Peserta pulang bawa bekal praktis: scan QRIS aman, cek izin OJK, ajukan KUR. Wonogiri bukti daerah kecil bisa jadi pionir keuangan digital. Agenda serupa direncanakan rutin, dampingi UMKM bertahan dan berkembang.(*)

Komentar