BeritaWonogiri.com [SEMARANG] – Laba Bank Jateng 2025 Rp 1,4 Triliun menjadi capaian gemilang yang mengukuhkan posisinya sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) paling sehat secara nasional. Sepanjang tahun buku 2025, bank milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tersebut mencatatkan laba bersih Rp 1,4 triliun atau tumbuh 11,57 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Capaian ini disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat memimpin Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Bhimasena Hall, Kantor Pusat Bank Jateng, Kota Semarang, Jumat (27/2/2026).
“Bank Jateng itu bank paling sehat di seluruh Indonesia,” ujar Ahmad Luthfi dalam forum tersebut.
Dalam RUPST tersebut dijelaskan, laba usaha telah didistribusikan dalam bentuk dividen kepada para pemegang saham, yakni Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serta pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Sebagian laba juga dialokasikan sebagai cadangan umum guna memperkuat struktur permodalan.
Sebagai pemegang saham pengendali (PSP), Ahmad Luthfi meminta jajaran direksi terus meningkatkan kinerja pada 2026. Ia menekankan pentingnya peran Bank Jateng dalam mendukung program strategis daerah, mulai dari pengentasan kemiskinan hingga penanganan kebencanaan.
“Jawa Tengah sangat menarik untuk sentral pembangunan nasional. Saya ingin kekompakan bupati dan wali kota tetap kita jaga dan pertahankan,” katanya.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah sekaligus Dewan Komisaris Bank Jateng, Sumarno, menyampaikan bahwa perseroan berhasil mempertahankan predikat sebagai bank sehat dengan kinerja bisnis solid sepanjang 2025.
Total aset Bank Jateng tercatat menembus Rp 100,066 triliun. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam sejarah perusahaan karena baru pertama kali aset menembus angka Rp 100 triliun.
Selain laba bersih, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan penyaluran kredit juga menunjukkan tren positif. Laba usaha sebelum pajak tercatat sebesar Rp 1,871 triliun.
Direktur Utama Bank Jateng, Irianto Harko Saputro, menyatakan bahwa capaian tersebut diraih di tengah dinamika perekonomian global yang penuh tantangan.
“Aset Bank Jateng juga baru tahun ini bisa tembus Rp 100 triliun. Mudah-mudahan Bank Jateng semakin besar dan terus berkembang,” ujarnya.
Dengan kinerja tersebut, Laba Bank Jateng 2025 Rp 1,4 Triliun tidak hanya menjadi angka finansial semata, tetapi juga mencerminkan peran strategis bank daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Bank Jateng dinilai semakin kokoh sebagai motor penggerak ekonomi daerah dan mitra pemerintah dalam pembiayaan pembangunan. Dukungan terhadap program CSR, pembiayaan UMKM, serta penguatan sektor produktif menjadi fokus yang terus diperluas.
Manajemen Bank Jateng optimistis mampu menjaga tren pertumbuhan pada 2026. Penguatan digitalisasi layanan, ekspansi kredit produktif, serta peningkatan efisiensi operasional menjadi bagian dari strategi bisnis ke depan.
Dengan fundamental keuangan yang kuat dan dukungan penuh pemegang saham, Bank Jateng diyakini mampu mempertahankan predikat sebagai BPD paling sehat di Indonesia sekaligus memperluas kontribusinya terhadap pembangunan Jawa Tengah dan nasional. (*)







Komentar