BeritaWonogiri.com (LOS ANGELES) – KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia) mengeluarkan imbauan kepada Warga Negara Indonesia (WNI) di Los Angeles, Amerikat Serikat, menjaga kewaspadaan dan sebisa mungkin menghindari sejumlah titik demonstrasi yang berpotensi ricuh.
Imbauan ini disampaikan menyusul meningkatnya ketegangan di sejumlah lokasi di Los Angeles terkait aksi protes terhadap kebijakan Imigration and Customs Enforcement (ICE) Amerika Serikat.
“Sehubungan perkembangan situasi di Los Angeles dan sekitarnya, kami mengimbau kepada seluruh warga negara Indonesia di sana lebih berhati-hati dan menghindari daerah-daerah yang berpotensi terjadi demonstrasi,” tulis KJRI di Los Angeles, Selasa, 10 Juni 2025.
Warga juga diminta menjauhi kerumunan jika terdapat indikasi akan terjadi bentrokan agar terhindar dari risiko keamanan.
“Waspadai daerah rawan, utamanya pada area sekitar pusat kota atau lokasi yang sering menjadi tempat demonstrasi terkait kebijakan imigrasi” katanya dikutip humaspolri.go.id.
Selain itu, WNI diimbau untuk selalu membawa identitas resmi berupa paspor atau kartu identitas, serta dapat menghubungi hotline KJRI LA di +1 (213) 590-8095 jika membutuhkan bantuan.
Diketahui, kerusuhan Los Angeles makin meluas. Bahkan Presiden AS Donald Trump serukan Gubernur California Gavin Newsom ditangkap karena dianggap tak becus atasi kerusuhan.
Sebaliknya, Newsom berencana menuntut Trump atas tindakan keras pemerintahannya terhadap protes di Los Angeles.
Kerusuhan ini semakin memperjelas konflik politik antara Presiden Trump dari Partai Republik dan Gubernur Newsom dari Partai Demokrat—yang telah digadang-gadang akan menjadi calon presiden 2028.
Kerusuhan pecah di kota tersebut setelah puluhan ribu demonstran memprotes kebijakan imigrasi dari pemerintah Trump. Demonstran mendukung para imigran yang diburu agen Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) untuk ditangkap dan dideportasi.
Massa telah membakar sejumlah mobil otonom dan menghadapi pasukan penegak hukum.Puluhan demonstran dilaporkan telah ditangkap.
Presiden Donald Trump memerintahkan pengerahan 2.000 tentara Garda Nasional California ke Los Angles untuk meredam kerusuhan. Dari 2.000 tentara Garda Nasional yang diminta, baru sekitar 300 personel yang sudah berada di lokasi kerusuhan. (Irfandy**)







Komentar