Mobil Agya Ringsek Ditabrak Kereta Batara Kresna di Wonogiri, Korban Dilarikan ke RS

Insiden Tragis di Perlintasan Tanpa Palang Pintu, KAI Imbau Warga Waspada.

Beritawonogiri.com [WONOGIRI] – Sebuah kecelakaan tragis terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Dusun Ngaliyan, Desa Gemantar, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, pada Sabtu (16/8/2025). Sebuah mobil Toyota Agya berwarna merah dengan nomor polisi T 1759 GP ringsek parah setelah ditabrak Kereta Api (KA) Batara Kresna yang melayani relasi Purwosari-Wonogiri. Insiden mengerikan ini terjadi sekitar pukul 10.58 WIB saat mobil tiba-tiba melintas, meskipun masinis sudah membunyikan klakson panjang.

Menurut keterangan dari Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, kecelakaan ini berlangsung di kilometer 26+0, tepatnya di antara Stasiun Pasarnguter dan Stasiun Wonogiri. “Masinis sudah membunyikan semboyan 35 (klakson panjang) berulang kali, namun mobil tetap nekat menyeberang,” ujarnya. Akibat benturan keras tersebut, mobil Agya terseret beberapa meter dari lokasi tabrakan. Kejadian ini membuat KA Batara Kresna sempat berhenti selama 48 menit untuk memastikan tidak ada kerusakan pada rangkaian kereta, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan pada pukul 11.46 WIB.

Para korban yang berada di dalam mobil Agya langsung dievakuasi oleh tim penyelamat dan dilarikan ke dua rumah sakit berbeda untuk penanganan medis. Mereka dibawa ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Wonogiri dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonogiri. Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi mengenai adanya korban jiwa. Namun, kondisi para korban dilaporkan memerlukan perawatan intensif, dan pihak berwajib masih melakukan pendataan jumlah pasti korban serta mengumpulkan keterangan dari para saksi mata di lokasi kejadian.

Kecelakaan ini kembali menyoroti pentingnya kewaspadaan di perlintasan sebidang, terutama yang tidak dilengkapi palang pintu. Pihak KAI menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan perjalanan dan mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati. “Kami berharap masyarakat lebih sadar akan keselamatan. Patuhi rambu lalu lintas dan jangan nekat menerobos perlintasan demi keselamatan bersama,” tegas Feni Novida Saragih. Perlintasan tanpa palang pintu memang sering menjadi titik rawan kecelakaan yang membahayakan nyawa.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *