Pabrik Semen Di Wonogiri Butuh Ribuan Naker Dan Tidak Keringkan Air Sumur Warga

BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Pabrik semen di Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri akan membutuhkan tenaga kerja (naker) ribuan orang. Namun walau kini belum membuka pendaftaran tetapi yang sudah memasukkan data sekitar 1.200-an orang.

Nantinya, jika sudah produksi pabrik yang ada di Wonogiri bagian selatan ini tidak akan menyedot air sumur maupun sumber air milik warga. Pabrik semen, mengklaim justru akan menambah sumber air karena konsep yang dilakulan zero run off.

Konsep zero run off adalah suatu keharusan agar tiap bangunan tidak boleh mengakibatkan bertambahnya debit air ke sistem saluran drainase ataunsistem aluran sungai. Beberapa teknologi dari konsep zero run off adalah seperti sistem pengumpul air hujan, sumur resapan air hujan dan kolam resapan air hujan.

Baca juga: Pracimantoro Segera Miliki Pabrik Semen, DLHK Jateng Sudah Setuju, Disini Lokasinya

Pernyataan itu disampaikan Direktur PT Anugerah Andalan Asia (AAA), Suwandi Bing Adi dan Budi Sulistyo, Competent Person Indonesia (CPI) Sumber daya saat bertemu insan pers Wonogiri di Padi Resto, Wonogiri, Selasa, 25 Februari 2025.

“Saat ini, pekerjaan yang sudah ada menggunakan tenaga kerja lokal. Kami mengikuti semua regulasi. Konsep tambang zero run off. Air akan bertambah sehingga kekhawatiran air hilang tidak ada. Kami tidak memakai sumber dari Seropan, kami mencari air sendiri dan prosesnya nanti kering, tidak ada limbah cair ke saluran warga,” ujarnya.

BeritaWonogiri.com/Triantotus

Dia mengatakan warga sekitar lokasi pabrik semen di Pracimantoro sudah diajak melihay pabrik semen di Grobogan. “Di Grobogan, warga melihat kondisi pabrik dekat persawahan, bersih tidak ada debu. Kalau nanti ada pencemaran silahkan dituntut,” ujar Suwandi.

Lebih lanjut dia bercerita proses mendirikan pabrik sudah dilakukan sejak 2015 namun hingga sekarang (2025) belum produksi. “Kami sepuluh tahun terus berproses dan belum produksi. Sosialisasi ke warga dilakukan berkali-kali.”

Izin penambangan batu gamping dalam area lebih dari 500 hektare namun perusahaan hanya akan menambang batu gamping di sepertiga dari luas tersebut.

Sementara itu, Budi Sulistyo menyatakan cadangan bahan baku sekitar 300 juta ton selama 70 tahun. Produksi per tahun nanti 4,5 juta ton di atas tanah seluas 123.315 hektare mencakup Desa Watangrejo, Suci, dan Sambiroto.

Budi menyatakan reklamasi sudah dikonsep setahun sebelumnya. “Lokasi reklamasi akan hijau dan bentang luas lahan tambang tidak ada yang digusur, tidak ada mata air, sungai, sumber air, tidak ada penduduk. Semua sesuai tata ruang yang ditambang,” katanya. (Triantotus)

Komentar