Air Banjir Surut, Warga Sukoharjo Kembali Berbenah Rumah

BeritaWonogiri.com [SUKOHARJO] – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Sukoharjo sejak Senin siang hingga malam mengakibatkan banjir di sejumlah titik wilayah tersebut.

Beberapa daerah seperti Nguter, Baki, Grogol, Mojolaban, dan Polokarto terendam air, yang memaksa sekitar 2.000 warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo mengatakan, banjir terjadi akibat tingginya intensitas hujan yang turun dalam waktu lama. Banjir diperparah dengan drainase yang tidak mampu menampung volume air.

Baca juga: Banjir di Songgorunggi Nguter Mulai Surut, Warga Berharap Kembali Normal

“Alhamdulillah, kondisi sudah mulai normal. Warga yang sebelumnya di tempat pengungsian sudah kembali ke rumah masing-masing,” kata Ariyanto kepada Pro 3 RRI, Selasa, 25 Februari 2025 malam.

Sebelumnya, hujan deras terjadi pada Senin, 24 Februari 2025 pukul 14.00 hingga 18.30 WIB. Ariyanto menjelaskan, banyaknya sampah juga menghambat laju air di jembatan-jembatan sehingga terjadi luapan ke desa-desa.

Pada Selasa kemarin, lanjutnya, terjadi genangan air di daerah Songgorunggi-Nguter mengakibatkan terputusnya jalan Sukoharjo-Wonogiri di Simpang Tiga Songgorunggi, serta ruas jalan Songgorunggi-Plesan yang terendam air.

Kondisi banjir di kawasan Songgorunggi, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Selasa, 25 Februari 2025. (BeritaWonogiri.com/RRI, Soufi)

“Ketinggian air ketika itu sekitar 1 meter. Sekitar pukul 22.30 WIB jalan sudah dapat dilalui roda empat,” ujarnya.

Wilayah Nguter, lanjut Ariyanto, sebenarnya tidak berisiko banjir. Biasanya hanya terjadi genangan-genangan saja tidak sehebat kemarin.

“Daerah sekitaran aliran Sungai Bengawan Solo seperti Baki, Grogol, Mojolaban, dan Polokarto memang berisiko banjir. Daerah Nguter ini di luar prediksi,” ucapnya.

Salah seorang warga Songgorunggi berusia 70 tahun, kata Ariyanto, menuturkan bahwa selama tinggal di Nguter, belum pernah terjadi banjir sehebat kemarin.

BPBD Sukoharjo telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk menangani masalah ini. “Kami mengusulkan normalisasi sungai karena ini bukan kewenangan kami. Koordinasi dengan BBWS sudah dilakukan,” ujar Ariyanto. (RRI/Fajar Sidhi Nugroho)
Editor: Heris

Komentar