Beritawonogiri.com [WONOGIRI] – Pengurus Pondok Pesantren Al Barru turut menghadiri kegiatan Halaqah Kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional ke-10 yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Rabu (29/10/2025). Acara tersebut dimulai pukul 09.00 WIB sampai 11.00 WIB dan dihadiri langsung oleh Bupati Wonogiri beserta Wakil Bupati dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Wonogiri.
Kehadiran para pejabat daerah tersebut menunjukkan komitmen pemerintah Kabupaten Wonogiri terhadap peran strategis pondok pesantren dan santri dalam pembangunan bangsa dan penguatan nilai kebangsaan. Kegiatan menjadi momen refleksi dan penguatan tali persaudaraan di kalangan santri dan pemangku kepentingan.
Acara inti berupa penyampaian materi oleh narasumber utama, Drs. KH. Syamsuddin Asyrofi, M.M., Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten. Materi yang disampaikan mengangkat tema “Merawat Kemajemukan dan Kerukunan dalam Rangka Mengawal Kemerdekaan Indonesia Menuju Peradaban Dunia dalam Perspektif Moderasi Beragama.”
KH Syamsuddin Asyrofi menekankan pentingnya moderasi beragama sebagai fondasi utama untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah ragam keyakinan dan budaya. “Santri memiliki peran vital sebagai agen kerukunan yang akan menjaga keutuhan bangsa dengan semangat toleransi dan cinta damai,” ujarnya.
Halaqah Kebangsaan ini bertujuan menguatkan kesadaran seluruh santri dan pengurus pondok tentang pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan serta moderasi dalam beragama sebagai bentuk pengawal kemerdekaan yang berkelanjutan.
Melalui forum ini, diharapkan peran santri semakin nyata dalam memelihara kerukunan umat beragama dan menjadi teladan dalam hidup berdampingan secara harmonis di tengah keberagaman Indonesia.
Acara juga menegaskan komitmen pemerintah daerah Wonogiri untuk terus mendukung perkembangan pondok pesantren sebagai institusi pesantren yang tidak hanya fokus pada pendidikan agama, melainkan juga berperan aktif dalam membangun masyarakat yang inklusif dan nasionalis.(*)







Komentar