BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Anggota Polres Wonogiri yang bertugas di pelayanan publik mengikuti Pelatihan Costumer Service dalam upaya peningkatan kemampuan personelnya di Aula Sanika Satyawada Polres Wonogiri. Rabu, 8 November 2023.
Kapolres Wonogiri, AKBP Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, SH, SIK, MM, MSi diwakili Kabag Log Polres Wonogiri, Kompol Teguh Sujadi, SSos, MH membuka pelatihan itu. Dua pemateri mengisi pelatihan itu, yakni Aprilia Bima dari Pusat Bahasa Isyarat Indonesia (Pusbisindo), dan Desi, Bela serta Vinas dari Bank BPD Cabang Wonogiri.
Kompol Teguh menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anggota dalam melayani masyarakat agar lebih baik. Selain itu, para anggota juga bisa memberikan layanan dengan sepenuh hati untuk mewujudkan pelayanan prima pada masyarakat.
Baca juga: Kapolres Wonogiri: Jangan Rusak Nama Baik Institusi Polri
“Semoga setelah pelatihan ini, anggota bisa menjadi pelayan yang bersikap ramah, berempati, dan bisa memberikan solusi terhadap keluhan masyarakat. Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,“ tegas Kompol Teguh
Anggota yang mengikuti pelatihan, adalah mereka yang bertugas di bidang pelayanan publik, diantaranya Satlantas (SIM, STNK/SAMSAT, BPKB dan Laka Lantas).

Kemudian Satintelkam (Pelayanan SKCK), Pelayanan SPKT, Satreskrim, dan Satresnarkoba (pelayanan dalam proses penyidikan tindak pidana) serta Propam dalam palayanan pengaduan masyarakat terhadap anggota.
Sebagai narasumber, Sdri Vinas dari Bank Jateng, mengungkapkan etika pelayanan publik merupakan soft skill yang wajib dimiliki oleh setiap petugas pelayanan publik.
Para petugas pelayanan publik wajib memberikan senyum, salam, sapa saat bertemu masyarakat, dan melayani dengan sopan serta santun. Dalam berinteraksi, wajib menggunakan bahasa yang komunikatif, menampilkan empati dan semangat, sehingga masyarakat menjadi nyaman.
Petugas pelayanan publik juga wajib menguasai persyaratan, mekanisme, jangka waktu, dan serba-serbi terkait pelayanan publik yang diselenggarakan.
“Tujuannya, apabila masyarakat bertanya tentang layanan yang akan mereka terima, maka petugas pelayanan publik dapat menjelaskan dengan baik,” ujar Vinas.
Sementara Aprilia Bima, pemateri dari Pusbisindi menyampaikan tentang keterampilan dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat yang berkebutuhan khusus terutama bagi tuna rungu maupun tuna wicara melalui pelatihan olah gerak bahasa tubuh maupun bahasa isyarat. (Suryono)






