Pesantren Jalan Cahaya di Pegunungan Wonogiri, 130 Anak Yatim dan Dhuafa Ikut Pembinaan Ramadan

Menjangkau Anak-anak di Wilayah Terpencil

BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Program Pesantren Jalan Cahaya Wonogiri digelar bagi komunitas marjinal di kawasan pegunungan Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kegiatan pembinaan intensif ini berlangsung selama dua hari satu malam pada Sabtu–Minggu, 7–8 Maret 2026, di Markaz Aitam Ar Rasyid, Kecamatan Manyaran.

Program ini merupakan kolaborasi antara BAZNAS RI, Markaz Aitam Ar Rasyid, dan Rumah Yatim Mandiri. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian program Ramadan 1447 Hijriah yang dilaksanakan di 20 titik di seluruh Indonesia.

Penyerahan santunan kepada peserta Pesantren Jalan Cahaya Wonogiri
Anak yatim menerima bingkisan dan santunan dari donatur. (Foto: Sarno)

Sebanyak 130 peserta yang terdiri dari anak yatim dan anak dari keluarga dhuafa mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai daerah terpencil di wilayah pegunungan Wonogiri yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pembinaan keagamaan formal.

Kabupaten Wonogiri memiliki wilayah geografis berbukit dan pegunungan yang membuat sebagian masyarakat sulit menjangkau pusat pendidikan agama.

Ketua pelaksana program dari Markaz Aitam Ar Rasyid, Muhamad Didik Khoirul Huda, mengatakan Pesantren Jalan Cahaya Wonogiri hadir untuk menjangkau anak-anak di daerah terpencil.

“Kabupaten Wonogiri memiliki wilayah luas dengan kondisi pegunungan. Banyak anak yatim dan dhuafa yang jauh dari pusat pembinaan agama. Program ini hadir untuk menjemput mereka dan memberikan pembinaan aqidah yang kuat,” ujarnya.

Dalam kegiatan Pesantren Jalan Cahaya Wonogiri, peserta mengikuti berbagai pembinaan spiritual dan karakter selama dua hari.

Materi yang diberikan antara lain:

  • Kajian meneladani ulama besar seperti Imam Syafi’i dan Imam Bukhari

  • Materi memuliakan orang tua dan doa bagi orang tua yang telah wafat

  • Sesi motivasi mental dan kemandirian

  • Ibadah bersama seperti shalat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, dan qiyamul lail

  • Refleksi potensi diri dan motivasi meraih cita-cita

Selain mengikuti pembinaan, seluruh peserta juga menerima bingkisan serta santunan dari para donatur.

Kegiatan ini juga menjadi pintu masuk bagi pembinaan berkelanjutan melalui pendekatan Zakat Community Development yang dikembangkan oleh BAZNAS.

Program tersebut tidak hanya berfokus pada penguatan spiritual, tetapi juga pemberdayaan sosial dan ekonomi bagi masyarakat di daerah terpencil.

Kepala Rumah Yatim Mandiri, Xatarina Yesy Dahlia, mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan untuk menjangkau anak-anak di wilayah pegunungan.

“Sinergi ini diharapkan terus berjalan agar anak-anak di pelosok Wonogiri mendapatkan pembinaan berkelanjutan dan tumbuh menjadi generasi muslim yang kuat,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan program dari BAZNAS RI, M Reno Fathur Rahman, menegaskan bahwa zakat memiliki peran penting dalam membangun ketahanan spiritual masyarakat.

“Program ini menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya berdimensi ekonomi, tetapi juga memperkuat pembinaan spiritual masyarakat, terutama di wilayah terpencil,” katanya.

Salah satu peserta, Said Abdillah (17), mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengaku termotivasi setelah belajar tentang kisah ulama besar yang juga tumbuh dari keterbatasan. (Sarno)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *