BeritaWonogiri.com [SEMARANG] – Peringatan Ahmad Luthfi ke kepala daerah Jateng kembali disampaikan secara tegas dalam rapat koordinasi lintas sektoral yang digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Senin (9/3/2026).
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta seluruh bupati dan wali kota di Jawa Tengah tidak lagi terseret kasus hukum, terutama terkait korupsi.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh seluruh kepala daerah se-Jawa Tengah bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Agenda utama pertemuan adalah persiapan menghadapi arus mudik dan perayaan Lebaran 2026.
Namun dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi juga menyinggung kasus hukum yang menjerat kepala daerah di Kabupaten Pati dan Kabupaten Pekalongan dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut Ahmad Luthfi, dua kasus tersebut harus menjadi pengingat bagi seluruh kepala daerah agar tidak menyalahgunakan kewenangan jabatan.
“Pertama Pati, satu setengah bulan berikutnya Pekalongan. Saya tidak ingin satu setengah bulan nanti ada lagi. Ini warning untuk kita semua,” tegasnya.
Ia bahkan mengingatkan agar tidak sampai muncul kasus serupa untuk ketiga kalinya.
“Cukup dua kali, jangan sampai ini ping telu,” kata Ahmad Luthfi di hadapan para bupati dan wali kota.
Dalam arahannya, peringatan Ahmad Luthfi ke kepala daerah Jateng juga menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Ia menegaskan bahwa pejabat publik harus berorientasi pada pelayanan masyarakat serta menjauhi praktik korupsi maupun gratifikasi.
Menurutnya, pemerintah daerah harus menjalankan prinsip good governance agar kepercayaan publik tetap terjaga.
Ahmad Luthfi meminta seluruh kepala daerah menjaga integritas serta memastikan birokrasi berjalan secara profesional.
“Saya minta para bupati dan wali kota betul-betul menjaga akuntabilitas, keterbukaan, dan transparansi kita,” ujarnya.
Selain menyoroti integritas pejabat, gubernur juga mengingatkan para kepala daerah untuk tetap berada di wilayahnya selama periode libur Lebaran.
Hal tersebut merujuk pada surat edaran dari Muhammad Tito Karnavian yang meminta kepala daerah siaga selama masa mudik dan arus balik.
Ahmad Luthfi menegaskan kepala daerah harus memastikan kondisi wilayah tetap kondusif saat mobilitas masyarakat meningkat.
“Lebaran itu agenda tahunan. Sebagai pejabat publik kita sudah biasa jadi ‘Bang Toyib’ yang tidak pulang-pulang. Saya ingatkan H-7 sampai H+7 tetap berada di wilayah,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar kepala daerah tidak melakukan perjalanan pribadi ke luar negeri selama periode tersebut.
Dengan peringatan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap seluruh kepala daerah dapat menjaga integritas sekaligus memastikan pelayanan publik berjalan optimal selama momentum Lebaran. (Zul)






