Beritawonogiri.com [GIRIWOYO] – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Wiyata Giri Mulya kembali menunjukkan komitmennya dalam memajukan pendidikan nonformal melalui penyelenggaraan kegiatan bertema “Transformasi Digital dalam Dunia Pendidikan untuk Menyongsong Tren Global”. Acara yang berlangsung pada Jumat (12/9/2025) ini dihadiri oleh peserta, pendidik, serta narasumber dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.
Kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB dengan registrasi peserta, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kepala PKBM Wiyata Giri Mulya, Surati, S.Pd. AUD., M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya adaptasi pendidikan terhadap perkembangan teknologi digital. Ia menyampaikan bahwa PKBM harus mampu menjadi pusat pembelajaran yang tidak hanya memberantas buta aksara, tetapi juga membekali masyarakat dengan keterampilan abad ke-21.

Acara ini turut mendapat dukungan dari tim pengabdian UNS yang dipimpin oleh Dr. Farida Nurhasanah. Dalam sambutannya, Dr. Farida menegaskan bahwa penguatan literasi digital menjadi salah satu kunci dalam menghadapi era globalisasi. “Pendidikan nonformal seperti PKBM memiliki peran strategis dalam menjembatani kesenjangan akses teknologi. Karena itu, transformasi digital harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan,” ujarnya.
Acara resmi dibuka oleh Korwilcam Bidik Giriwoyo, Bapak Wasito, S.Pd. SD, yang mengapresiasi upaya PKBM Wiyata Giri Mulya bersama FKIP UNS. Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas para pendidik maupun warga belajar dalam menghadapi tantangan pendidikan masa depan.

Rangkaian materi yang disampaikan pada kegiatan ini cukup beragam. Materi pertama disampaikan oleh Dr. Farida Nurhasanah dengan topik Implementasi STEAM dalam Pembelajaran Digital. Materi ini membahas bagaimana pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) dapat diterapkan secara kreatif di kelas, baik formal maupun nonformal.
Materi kedua menghadirkan Prof. Sri Marmoah, yang membahas mengenai Manajerial & Branding PKBM. Ia menekankan pentingnya pengelolaan kelembagaan dan citra PKBM agar lebih dikenal masyarakat luas sebagai pusat pendidikan alternatif yang berkualitas.
Sementara itu, Dr. Yuli Bangun Nursanti memaparkan materi ketiga dengan tema Computational Thinking untuk Penguatan Transformasi Digital. Dalam paparannya, ia menguraikan bahwa computational thinking bukan hanya soal pemrograman komputer, tetapi juga cara berpikir sistematis dalam memecahkan masalah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja.
Tidak hanya berhenti pada penyampaian teori, peserta juga diberikan kesempatan mengikuti praktik Computational Thinking bersama Rangers Tangible. Sesi ini berlangsung interaktif, di mana para peserta mencoba langsung berbagai simulasi pembelajaran berbasis teknologi untuk memperkuat pemahaman praktis.
Acara yang berlangsung hingga sore hari ini ditutup dengan sesi foto bersama, menandai kebersamaan dan kolaborasi antara PKBM, akademisi, dan masyarakat. (Gibran)







Komentar