Proyek Jalan Provinsi Kendal Lampaui Target, Infrastruktur Makin Mantap

Jalan Weleri-Patean Kendal capai progres fisik signifikan, dorong konektivitas dan ekonomi wilayah selatan.

Beritawonogiri.com [KENDAL] – Rabu, 15 Oktober 2025 memperlihatkan suasana berbeda di kawasan Balai Desa Pidodo Kulon, Kendal, saat Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan tinjauan langsung ke lokasi proyek preservasi Jalan Provinsi ruas Weleri-Patean. Proyek strategis ini digarap dengan nilai kontrak Rp 13,475 miliar, dimulai sejak pertengahan Juli dan ditargetkan rampung dalam 168 hari kalender.

Lingkup pekerjaan tahun ini meliputi pelebaran dan perbaikan kondisi jalan menuju standar ideal pada ruas sepanjang 26,95 kilometer. Dari total itu, 22,8 kilometer telah dikategorikan mantap, sedangkan fokus penanganan saat ini ada pada pengerjaan beton sepanjang 1,08 kilometer dan pelapisan aspal pada 720 meter titik kritis. Penanganan diarahkan di area dengan kerusakan berat, demi menjaga standar jalan yang menopang mobilitas masyarakat.

Drainase baru di sekitar jalan mencegah genangan air, meningkatkan keamanan saat hujan. (Foto; Zulkarnain)

Hingga minggu ke-12, progres proyek fisik tercatat 76,44 persen, jauh melampaui target rencana 43,44 persen sehingga ada deviasi positif 33 persen. Dari total waktu 168 hari pelaksanaan, 81 hari telah digunakan, tersisa 87 hari hingga target penyelesaian. Hasil uji mutu beton FS 45 menunjukkan pekerjaan konstruksi telah sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan.

Dalam peninjauan, Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur jalan sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi kawasan tengah Jawa Tengah. “Target provinsi tahun depan untuk jalan mantap adalah 94 persen. Ruas Weleri hingga Sukorejo hampir 54 kilometer, sangat vital bagi konektivitas antardaerah,” ujarnya.

Gubernur menambahkan, dana yang dialokasikan mencakup pengecoran dan perawatan, tidak hanya untuk memperbaiki kondisi fisik tetapi juga menunjang kelancaran transportasi antardaerah. “Harapannya konektivitas Kendal, Sukorejo, hingga Temanggung makin lancar. Jika jalan provinsi mantap, maka aktivitas ekonomi, pergerakan barang dan orang, semuanya makin berkembang,” ungkapnya.

Tugas ke depan, lanjut Ahmad Luthfi, adalah menyinkronkan pembangunan jalan provinsi dengan akses jalan kabupaten/kota di seluruh Jawa Tengah. “Peran bupati dan wali kota sangat penting untuk menghubungkan jalur lokal ke jalan provinsi agar mobilitas warga makin efisien dan tidak terputus di tengah jalan,” tambahnya.

Kesan positif juga dirasakan warga, seperti Asih Kinanti yang mengaku jalannya kini lebih baik dibanding sebelum proyek berlangsung. “Dulu jalannya benjol-benjol, aspalnya pada mlotot. Sekarang jadi bagus, lebar, meski sempat macet karena proyek, nanti juga lancar,” tuturnya.

Selain akses yang lebih baik, perbaikan tanggul jalan di sekitar lokasi turut memperbaiki drainase, mengurangi risiko genangan air saat hujan. “Sekarang aman, tidak becek lagi. Di pertigaan Sumur Pitu memang masih rawan, tapi secara umum sudah nyaman,” imbuh Asih.

Preservasi jalan Weleri-Patean tidak hanya memperbaiki fisik, namun juga diharapkan mendorong mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi lokal di kawasan Kendal bagian selatan. Pemerintah menargetkan seluruh ruas Weleri-Patean mencapai kondisi mantap sebelum 2025 berakhir demi keberlanjutan pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan daerah.(*)

Komentar