STAIMAS Wonogiri Bawa Pesan Literasi dan Budaya dalam Karnaval HUT ke-81 RI

Buku Karya Dosen Diserahkan di Panggung Kehormatan

BeritaWonogiri.com [WONOGIRI] – Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri membawa pesan literasi dan budaya dalam Karnaval Budaya untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Selasa, 18 Agustus 2026. STAIMAS Wonogiri Karnaval diikuti mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan dengan menampilkan budaya Jawa sekaligus menyerahkan buku karya dosen kepada perwakilan Kecamatan Wonogiri.

Rombongan STAIMAS memulai barisan dari Lapangan Sukorejo dan bergerak menuju Alun-alun Wonogiri sebagai titik finis.

Keikutsertaan kampus tersebut tampil berbeda melalui barisan mahasiswa yang terbagi berdasarkan program studi, BEM, hingga pasukan kreatif. Mereka mengenakan beragam tampilan bernuansa budaya Jawa.

Sejumlah peserta tampil dengan gaya Tuan Puteri, busana sportif, hingga pakaian lurik khas Wonogiri. Penampilan tersebut menjadi bagian dari upaya membawa identitas budaya lokal dalam kemeriahan karnaval.

Empat Program Studi STAIMAS Wonogiri turut mengikuti pawai, yakni Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Hukum Tata Negara (HTN), Ekonomi Syariah (ES), dan Pendidikan Agama Islam (PAI).

Kolaborasi mahasiswa dari berbagai program studi tersebut menunjukkan wajah STAIMAS yang dinamis dan kreatif, sekaligus tetap berakar pada budaya lokal.

Kehadiran mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan juga menjadi bagian dari upaya kampus untuk lebih dekat dengan masyarakat Wonogiri melalui kegiatan yang melibatkan publik secara langsung.

Pesan literasi menjadi salah satu bagian penting dalam keikutsertaan STAIMAS Wonogiri Karnaval. Di panggung kehormatan, dua dosen STAIMAS, Dr. Ruslina Dwi Wahyuni, S.Sos., M.A.P., C.P.M. dan Dr. Amir Mukminin, S.Pd.I., M.Pd., menyerahkan buku karya dosen STAIMAS kepada Camat Wonogiri Khrisma Eko Sutiyono, S.Sos., M.M. dan Ketua TP PKK Kecamatan Wonogiri, Larti Khrisma.

Penyerahan buku tersebut menjadi simbol komitmen STAIMAS untuk mendekatkan karya akademik kepada masyarakat. Melalui buku, kampus ingin membuka ruang bagi publik untuk mengenal ilmu, pemikiran, dan gagasan yang dihasilkan para dosen.

Wakil Ketua III Bidang Kerjasama dan Kemahasiswaan STAIMAS Wonogiri, Sugiyanto, S.E., M.Si., mengatakan keikutsertaan kampus memiliki dua makna.

“STAIMAS hadir untuk memeriahkan agenda karnaval HUT RI. Selain itu, kehadiran kami juga sebagai upaya untuk lebih dekat dengan masyarakat Wonogiri,” ujarnya.

Sugiyanto menambahkan, karnaval dan persembahan buku menjadi cara STAIMAS menunjukkan peran kampus di tengah masyarakat.

Menurutnya, kampus tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga menghasilkan karya yang dapat dibaca, dipelajari, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Melalui STAIMAS Wonogiri Karnaval, semangat kemerdekaan dipadukan dengan kecintaan terhadap budaya dan penguatan literasi. Keikutsertaan tersebut sekaligus menjadi upaya STAIMAS untuk semakin dikenal sebagai lembaga pendidikan yang dekat dengan masyarakat.

STAIMAS Wonogiri berharap kehadirannya tidak hanya terlihat dalam kegiatan pendidikan, tetapi juga dapat menjadi rumah gagasan dan penggerak literasi di Wonogiri. (Nadhiroh)

Komentar