Perkuat Dakwah Tingkat Ranting, Muhammadiyah Sukoharjo Sosialisasikan 5 Prinsip Islam Berkemajuan di Masjid Al-Amin

Bedah 5 Prinsip Utama Islam Berkemajuan

BeritaWonogiri.com [SUKOHARJO] – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sukoharjo bersama Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Jetis-2 menggelar acara Turun ke Bawah (Turba) dan kajian akbar pada Jumat malam, 26 Juni 2026. Kegiatan strategis yang berlokasi di Masjid Al-Amin, Kampung Denokan, Kelurahan Jetis, Kabupaten Sukoharjo ini dihadiri oleh ratusan jamaah. Momentum konsolidasi organisasi Muhammadiyah di Sukoharjo tersebut menghadirkan pembicara utama Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo, Ustadz H. Wiwaha Aji Santosa, S.Pd.

Acara yang berlangsung khidmat ini diawali dengan sesi tahsin Al-Qur’an oleh Muhammad Zahid Hanif, S.Kom., yang melantunkan Surat Al-Kahfi ayat 1 sampai 10. Hadir dalam kegiatan ini sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua PCM Sukoharjo H. Shodiqul Amin, S.Pd., Ketua Takmir Masjid Al-Amin Kusyanto, SH., Ketua PRM Jetis-1 H. Suryanto, ST., serta Ketua PRM Jetis-2 Ir. H. Rudy Setyohadi. Jajaran pengurus Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam), dan Ikatan Remaja Masjid (Irmas) juga tampak memadati lokasi.

Ketua Takmir Masjid Al-Amin, Kusyanto, SH., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada pihak masjid sebagai tuan rumah. Ia berharap kehadiran pengurus pleno PCM dan PRM dapat memotivasi warga sekitar untuk terus meningkatkan kualitas ketakwaan kepada Allah SWT.

Sementara itu, Ketua PCM Sukoharjo, H. Shodiqul Amin, S.Pd., menjelaskan bahwa agenda Turba esensinya merupakan metode komunikasi dua arah dari tingkat cabang ke ranting. Langkah ini penting untuk memetakan keberadaan keorganisasian di wilayah Kelurahan Jetis yang kini memiliki dua ranting aktif, yaitu PRM Jetis-1 dan PRM Jetis-2.

“Tujuan Muhammadiyah didirikan adalah untuk menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Kita harus memegang erat prinsip ini agar terus luhur,” tegas Shodiqul Amin.

Ia juga mengingatkan jamaah untuk selalu menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain serta aktif menghindari mudarat atau hal-hal yang merugikan sesama, baik secara lisan maupun tindakan.

Dalam inti kajiannya, Ustadz H. Wiwaha Aji Santosa membedah tema besar “Islam Berkemajuan, Mencerahkan Semesta”. Menurutnya, visi ini berakar dari semangat rahmatan lil alamin untuk membebaskan umat dari keterbelakangan budaya maupun pemikiran, sekaligus membawa kemajuan peradaban melalui empat pilar strategis: pendidikan berbasis iptek, etos sosial filantropi, moderasi beragama (wasathiyah), dan kelestarian lingkungan hidup.

Ustadz Wiwaha memungkasi ceramahnya dengan memaparkan lima prinsip utama yang melandasi gerakan Islam Berkemajuan yang diusung oleh Muhammadiyah:

  • Berlandaskan Tauhid: Menegakkan ketauhidan murni yang bersih dari syirik, tahayul, dan khurafat.

  • Bersumber pada Al-Qur’an dan Sunnah: Menjadikan keduanya sebagai rujukan primer dan utama dalam beragama.

  • Menghidupkan Ijtihad dan Tajdid: Terbuka terhadap pembaruan guna merespons dinamika zaman tanpa mengubah prinsip dasar akidah.

  • Mengembangkan Wasatiyah: Mempraktikkan sikap keagamaan yang moderat, toleran, seimbang, dan menjauhi paham ekstrem radikal.

  • Mewujudkan Rahmat bagi Seluruh Alam: Menghadirkan Islam sebagai pembawa kedamaian, kemaslahatan, dan kebaikan bagi seluruh umat manusia. (Begug SW)

Komentar