BeritaWonogiri.com (SEMARANG) – Sedikitnya 38 Biksu dari Negara Thailand, Rabu, 7 Mei 2025, singgah di Kantor Gubernur Jawa Tengah, dalam perjalanan ritual ke Candi Borobudur.
Kehadiran 38 biksu itu disambut Gubernur Ahmad Luthfi, Wakil Gubenur Taj Yasin Maimoen, dan Jajaran pemprov Jateng.
“Hari ini saya atas nama Gubernur dan seluruh masyarakat Jawa Tengah mengucapkan selamat datang kepada rombongan Bhikkhu dari Thailand,” kata Ahmad Luthfi saat menyambut para Biksu.
Para Biksu telah melakukan perjalanan dari Thailand, sebagai rangkaian acara Bhikkhu Thudong. Setelah singgah di Malaysia, Singapura, mereka kemudian ke Indonesia.
Bhikkhu thudong sendiri merupakan tradisi perjalanan ritual para biksu yang dilakukan dengan berjalan kaki menempuh jarak jauh.
“Thudong” berasal dari bahasa Pali, “dhutanga” yang berarti “latihan keras”. Tradisi ini biasanya dilakukan dalam rangka menyebarkan ajaran Buddha atau sebagai bentuk ibadah.
Bhikkhu atau biksu, merujuk pada seorang biarawan Buddha, khususnya dalam aliran Theravada. Sedangkan Thudong (Dhutanga), merupakan perjalanan ritual yang dilakukan dengan berjalan kaki, menempuh jarak yang panjang.
Perjalanan ini memiliki makna spiritual dan seringkali dilakukan sebagai bentuk latihan keras (dhutanga). Para bhikkhu yang melakukan thudong sering kali melakukan perjalanan untuk menyebarkan ajaran Buddha di berbagai tempat.
Perjalanan thudong seringkali dilakukan menjelang Hari Raya Waisak, sebagai bentuk perayaan dan penghormatan.
Saat ini rombongan Bhikkhu Thudong sudah melanjutkan perjalanan ke Candi Borobudur sebagai rangkaian peringatan Hari Raya Waisak 2569 BE/2025 M.
AhmadLuthfi menambahkan, Provinsi Jawa Tengah tidak hanya mendukung tetapi juga akan mengawal kegiatan dan prosesi yang dilakukan para biksu.
Sebelum tiba di Semarang, para Bhikkhu Thudong tersebut dikawal dari Keraton Kasepuhan Cirebon yang notabene kerajaan Islam.
“Inilah bentuk keragaman dari kegiatan ini yang harus kita tumbuh kembangkan di wilayah Jawa Tengah sebagai unsur toleransi umat beragama yang kental di wilayah kita,” ungkapnya.
Ketua Umum Internasional Thudong, Welly Widadi, berterima kasih atas sambutan hangat Pemprov Jateng. Kegiatan Thudong ini bukan sekadar berjalan tanpa maksud, selain ibadah juga ikut mendoakan warga Indonesia.
Salah seorang Bhikkhu Thudong, Bhante Wichai, menyampaikan, perjalanan tersebut bukan pertama kali ia ikuti. Setiap sampai di Jawa Tengah selalu mendapatkan sambutan hangat, termasuk dari teman-teman muslim.
“Terima kasih kepada Gubernur dan seluruh pihak yang mendukung kami. Kami senang bisa kembali ke sini agar bisa hidup bersama di dunia ini. Kita harap semua bisa happy,” ujar Bhante Wichai. (Irfandi*)








Komentar